balibercerita.com –
Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tetap aman dan terkendali. Perusahaan terus memantau perkembangan global yang berpotensi memengaruhi proses pendistribusian energi di dalam negeri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa kondisi stok BBM di wilayah Jatimbalinus saat ini berada pada level yang cukup aman. “Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, mencapai sekitar 13 hari ke depan. Ketersediaan ini terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan,” ujar Ahad, Kamis (5/3).
Ia menambahkan, pendistribusian BBM ke berbagai lembaga penyalur sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mengantisipasi dinamika maupun potensi gangguan dalam proses distribusi energi.
Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus turut menerapkan metode RAE (regular, alternative, and emergency) dalam pengelolaan rantai pasok dan distribusi energi. Melalui skema ini, berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga. “Upaya ini dilakukan dengan tetap memprioritaskan keselamatan pekerja, keamanan aset, serta keberlangsungan operasional melalui pemantauan intensif dan penguatan manajemen risiko,” jelas Ahad.
Selain menjaga stabilitas pasokan, Pertamina juga bersiap menghadapi peningkatan kebutuhan energi menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri. Untuk itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akan memulai kick off kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri pada 9 Maret. Satgas tersebut dibentuk guna memastikan kesiapan infrastruktur, suplai, serta layanan energi bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan. Apabila menemukan pelanggaran atau ketidaknyamanan di lembaga penyalur, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135. (BC5)


















