Pelabuhan Benoa Disiapkan Jadi Marina Terbesar di Asia Tenggara

0
1
Pelabuhan Benoa
AHY saat melihat konsep pengembangan Pelabuhan Benoa. (BC5)

balibercerita.com –
Pelabuhan Benoa tengah ditransformasi menjadi pusat wisata bahari berkelas dunia. Pelabuhan ini digadang-gadang mampu menarik kapal pesiar mewah dan super yacht dari berbagai penjuru dunia.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau Bali Gapura Marina di kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) pada Selasa (21/7). AHY menyebut, proyek BMTH sebagai salah satu investasi strategis yang akan menentukan masa depan pariwisata Bali.

Menurutnya, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang belum tergarap secara maksimal. “Semua orang tahu Bali. Wisatawan mancanegara selalu menempatkan Bali sebagai destinasi yang wajib dikunjungi. Karena itu Bali harus terus berkembang sebagai destinasi pariwisata kelas dunia,” ujar AHY.

Pengembangan BMTH menjadi langkah besar untuk mewujudkan visi tersebut. Kawasan ini akan dilengkapi marina modern yang mampu menampung hingga 188 yacht, termasuk kategori super yacht dan mega yacht yang selama ini menjadi simbol wisata premium dunia.

Baca Juga:   Rekreasi di Taman Pancing, Tempatnya Adem dan Instagramable

Pelabuhan Benoa juga diproyeksikan mampu melayani hingga lima kapal pesiar besar secara bersamaan. Hal ini akan membuka peluang masuknya ribuan wisatawan mancanegara dengan tingkat pengeluaran tinggi.

“Wisatawan yang datang dengan yacht dan kapal pesiar umumnya merupakan wisatawan berkualitas atau high-spending tourist. Mereka tidak hanya menikmati alam dan budaya Bali, tetapi juga berbelanja, menggunakan jasa lokal, dan tinggal lebih lama,” katanya.

AHY mengungkapkan, tren industri yacht global menunjukkan pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Berdasarkan studi yang diterimanya, permintaan yacht dunia meningkat sekitar 7 hingga 7,5 persen per tahun. Menurutnya, Bali memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi utama di kawasan apabila mampu menyediakan fasilitas marina berstandar internasional.

“Kalau demand-nya sudah ada, maka fasilitasnya harus kita siapkan. Jangan sampai wisatawan hanya melintas karena kita belum siap. Mereka bisa tinggal berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Artinya ada dampak ekonomi yang sangat besar bagi Bali,” jelasnya.

Baca Juga:   Perajin Tenun Bali Kebanjiran Pesanan, BRI Bantu Penguatan Modal Usaha

Untuk mendukung transformasi tersebut, kawasan BMTH tidak hanya menghadirkan dermaga modern dengan fasilitas listrik, air bersih, dan teknologi marina terkini. Di dalamnya juga akan dibangun pusat hiburan, kawasan belanja, ruang terbuka hijau, taman publik, hingga area rekreasi yang terintegrasi.

Namun, di balik ambisi besar tersebut, AHY menegaskan pembangunan harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan. Ia mengingatkan bahwa kekuatan utama Bali justru terletak pada alam dan budayanya yang harus dijaga.

Sehari sebelumnya, AHY memimpin rapat koordinasi pengembangan wilayah Bali bersama Menteri PPN/Bappenas, Menteri Pariwisata, Menteri Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri ATR/BPN, Gubernur Bali, serta para bupati dan wali kota se-Bali. Dalam rapat itu, ia menekankan bahwa pembangunan Bali tidak boleh mengorbankan lingkungan maupun identitas budaya masyarakatnya.

Baca Juga:   Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kembangkan Baliss, Buka Peluang Agen dan Subagen

“Bali harus tumbuh dan pariwisatanya harus semakin maju, tetapi tidak boleh meninggalkan apalagi mengorbankan kelestarian lingkungan hidup. Alam Bali dan budaya Bali harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan, aktivitas perikanan yang saat ini masih berada di Benoa akan ditata ulang dan secara bertahap dipindahkan ke Pelabuhan Pengambengan melalui koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Langkah tersebut dilakukan agar Benoa dapat fokus menjadi pusat wisata bahari internasional yang terintegrasi.

Proyek BMTH sendiri ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2028. Pemerintah optimistis kawasan ini akan menjadi daya tarik baru yang mampu mengangkat posisi Bali sebagai hub wisata bahari dunia.

“Visi kita adalah menjadikan kawasan ini sebagai salah satu yang terbesar dan terbaik di Asia Tenggara. Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dan sudah sepatutnya menjadi pusat wisata bahari yang mendunia,” pungkas AHY. (BC5)