Tiga Destinasi ITDC Catat 2,49 Juta Kunjungan, Mandalika Tumbuh Paling Pesat

0
8
ITDC
Kunjungan wisatawan ke Nusa Dua. (ist)

balibercerita.com –
Tiga kawasan pariwisata yang dikelola PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) semakin menunjukkan geliat positif. Sepanjang semester I 2026, total kunjungan wisatawan ke The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori mencapai 2.497.458 orang.

Angka tersebut tumbuh 10,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.259.269 orang. Pertumbuhan tidak hanya terlihat dari jumlah wisatawan. Sejumlah indikator bisnis di ketiga kawasan juga ikut menguat, mulai dari tingkat okupansi, lama tinggal wisatawan hingga aktivitas meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) yang memberikan nilai ekonomi lebih tinggi.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar mengatakan, capaian tersebut menunjukkan strategi pengembangan destinasi yang dijalankan perusahaan mulai menghasilkan pertumbuhan yang lebih berkualitas. “Kami tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan setiap destinasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar melalui meningkatnya okupansi, lama tinggal wisatawan, aktivitas bisnis, serta peluang investasi,” ujarnya.

Dari tiga kawasan tersebut, The Nusa Dua masih menjadi penyumbang kunjungan terbesar. Destinasi pariwisata di Bali Selatan itu mencatat 1.798.004 kunjungan wisatawan selama semester I 2026 atau tumbuh 8,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga:   Mau Kemping Anda Berkesan, Ayo Coba Kampung Kopi Camp Batungsel

Kinerja tersebut turut ditopang tingkat okupansi rata-rata yang mencapai 70,51 persen. Sementara itu, rata-rata lama tinggal wisatawan mencapai 2,76 malam, melampaui target perusahaan.

Angka ini menunjukkan bahwa The Nusa Dua tidak hanya mampu mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar, tetapi juga mempertahankan mereka untuk tinggal lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi memperbesar perputaran ekonomi bagi hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha di sekitar kawasan.

Pertumbuhan paling tinggi dicatatkan The Mandalika. Kawasan pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tersebut membukukan 685.844 kunjungan, meningkat 17,39 persen dibandingkan semester I 2025. Capaian itu bahkan mencapai 124,7 persen dari target perusahaan.

Tak hanya kunjungan, tingkat okupansi rata-rata di The Mandalika juga meningkat dari 44,94 persen menjadi 50,95 persen. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan semakin aktifnya penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga, hiburan, dan komunitas yang memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport and lifestyle tourism.

Memasuki paruh kedua tahun ini, geliat kawasan diperkirakan semakin kuat dengan agenda Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Ajang balap motor dunia tersebut diharapkan kembali menjadi magnet wisatawan sekaligus menggerakkan perhotelan, transportasi, UMKM, dan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga:   Berencana Wisata ke Bali, Ini Enam Tradisi Unik yang Recommended Disaksikan

Sementara itu, The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur mulai memperlihatkan potensi sebagai destinasi MICE premium di Indonesia Timur. Sepanjang semester I 2026, jumlah kunjungan tercatat 13.610 wisatawan, tumbuh 6,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Yang menarik, tingkat okupansi kawasan melonjak cukup signifikan, dari 3,83 persen menjadi 17,09 persen.

Nilai ekonominya juga semakin kuat. Rata-rata MICE average spending per pax tercatat hampir tiga kali lipat dari target perusahaan. Hal tersebut mencerminkan meningkatnya nilai transaksi dari berbagai kegiatan konferensi, corporate gathering, hingga aktivitas bisnis yang digelar di kawasan.

Untuk memperluas daya tarik destinasi, The Golo Mori juga akan menggelar Golo Mori Sunset Run 2026. Agenda tersebut diharapkan menjadi momentum memperkenalkan kawasan kepada pasar yang lebih luas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Ahmad Fajar mengatakan, capaian tiga kawasan tersebut menunjukkan masing-masing destinasi memiliki kekuatan yang saling melengkapi. The Nusa Dua berperan sebagai destinasi leisure kelas dunia, The Mandalika berkembang sebagai salah satu motor sport tourism nasional, sedangkan The Golo Mori mulai memperkuat posisi sebagai destinasi MICE premium di kawasan Indonesia Timur. “Diversifikasi kekuatan inilah yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis ITDC secara berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga:   Pecatu Dorong Dreamland dan Nyang-nyang Jadi DTW, Tempat Parkir Dinilai Mendesak Dibenahi

Memasuki semester II 2026, ITDC optimistis kinerja tersebut terus meningkat. Sejumlah agenda nasional dan internasional telah disiapkan untuk menjadi katalis kunjungan, okupansi dan aktivitas bisnis di masing-masing kawasan.

Di The Nusa Dua, aktivitas MICE, event internasional serta kolaborasi dengan tenant dan mitra usaha akan terus diperkuat. Sementara, The Mandalika mengandalkan berbagai agenda olahraga dan hiburan, sedangkan The Golo Mori diarahkan semakin dikenal sebagai destinasi MICE premium.

“Kami optimis semester II 2026 akan menjadi momentum untuk memperkuat daya saing destinasi yang kami kelola. Melalui berbagai agenda strategis, kami ingin memastikan setiap kawasan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian nasional,” tandas Ahmad Fajar. (BC5)