Dinas Kesehatan Tegaskan Belum Ada Kasus Virus Zika di Bali, Imbau Warga Terapkan 3M Plus

0
1
Virus Zika
Ilustrasi virus yang disebarkan oleh nyamuk. (ist)

balibercerita.com –
Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus terkonfirmasi virus Zika di wilayah Bali. Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya pemberitaan terkait peringatan travel health notice level 2 yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention atau CDC Amerika Serikat mengenai peningkatan kasus Zika di Pulau Dewata.

Berdasarkan data surveilans rutin dari dinas kesehatan kabupaten/kota serta rumah sakit di seluruh Bali, sistem pemantauan belum mencatat satu pun kasus positif. Kendati demikian, otoritas kesehatan setempat bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengapresiasi peringatan dini global tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperketat kesiapsiagaan.

Baca Juga:   Sukseskan Maybank Marathon 2026, Tim Medis PMI Turut Jaga Pelari Tetap Aman

​Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., menyampaikan bahwa pihak pemerintah merespons informasi dari CDC ini dengan langkah evaluatif dan pengetatan pengawasan di lapangan. ​”Kami sangat mengapresiasi sistem peringatan dini global ini dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Meskipun data surveilans rutin kami di seluruh RS dan diskes kabupaten/kota mengonfirmasi belum ada kasus Zika di Bali, kami tetap mengambil langkah proaktif,” ujar Anom.

​Penularan virus Zika umumnya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, vektor yang sama dengan penyebar demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini memiliki masa inkubasi 3 hingga 14 hari dengan gejala yang cenderung lebih ringan ketimbang DBD, meliputi demam, ruam kulit, mata merah, nyeri otot dan sendi, badan lemas, serta sakit kepala. Gejala tersebut biasanya berlangsung selama 4 sampai 7 hari.

Baca Juga:   Ciptakan Sekolah Sehat Jiwa, RSJ Manah Shanti Mahottama Luncurkan Inovasi Gelar Saji

Guna mengantisipasi potensi penularan, dinas kesehatan mengimbau masyarakat lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara untuk konsisten menjaga kebersihan lingkungan. ​”Kami menghimbau masyarakat serta para wisatawan agar tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Fokus utama pencegahan saat ini adalah gerakan 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, serta mengoleskan lotion anti-nyamuk atau menggunakan kelambu,” kata Anom.

Baca Juga:   Minum Kopi di Atas Jam Dua Siang dan Peran Faktor Genetik

​Masyarakat yang mengalami gejala mirip terinfeksi Zika diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat demi mendapatkan penanganan dini. Sebagai bentuk kewaspadaan penuh, Kemenkes bersama Diskes Bali kini memperkuat sistem deteksi dini dan kapasitas jaringan laboratorium surveilans (surveilabs) untuk pemeriksaan PCR serta serologi. Pengawasan juga diperketat di pintu-pintu masuk wilayah Bali melalui fasilitas health quarantine di bandara dan pelabuhan, disertai intensifikasi pemantauan gejala demam dan ruam di puskesmas maupun rumah sakit. (BC18)