Kemenkes Tinjau Kesiapan RSUP Prof. Ngoerah Terapkan Tiga Pilar Reformasi JKN

0
12
RSUP Prof. Ngoerah
Jajaran Kemenkes meninjau RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Denpasar, Rabu (12/8). (ist)

balibercerita.com –
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meninjau langsung kesiapan RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Denpasar dalam mendukung tiga pilar utama reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Rumah sakit rujukan utama untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memperkuat layanan kesehatan melalui efisiensi sistem digital end-to-end serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kesiapan tersebut ditinjau langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Sekjen Kemenkes) RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha bersama Wakil Ketua Komisi Kebijakan Umum Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Mickael Bobby Hoelman pada Rabu (12/8). Kunta Wibawa menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menggerakkan tiga reformasi besar JKN secara bersamaan untuk memastikan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

Ketiga reformasi tersebut meliputi penerapan Sistem Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP) atau berbasis kompetensi, penyesuaian Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dengan 12 kriteria fasilitas, serta pembaruan sistem pengelompokan tarif melalui Indonesian Diagnosis Related Group (iDRG). “Tiga reformasi itu harus dilakukan bersama-sama. Pertama, rujukan berbasis kompetensi agar pasien dirujuk sesuai jenis penyakit dan kapasitas rumah sakit, misalnya penanganan jantung paripurna langsung ke fasilitas paripurna. Kedua, penerapan KRIS sesuai 12 kriteria standar. Ketiga, penetapan tarif berbasis iDRG,” ujar Kunta Wibawa Dasa Nugraha saat ditemui di lokasi.

Baca Juga:   Diskes Badung Ingatkan Risiko Penyakit Akibat Tumpukan Sampah

Kunta menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada perubahan mindset para tenaga kesehatan dalam melakukan pencatatan dan coding medis, serta kesiapan infrastruktur teknologi informasi (TI) rumah sakit secara menyeluruh.

“Di sini penting sekali bahwa semua rumah sakit harus punya sistem IT yang end-to-end. Dari pasien masuk, pelayanan laboratorium, radiologi, pemberian obat, hingga pasien pulang dan dimonitor sampai sehat, semuanya harus terekam dalam satu sistem. Rumah sakit juga harus mempersiapkan diri tidak hanya untuk pelayanan, tetapi juga untuk pendidikan dan penelitian,” lanjut Kunta.

Baca Juga:   Tekankan Penyatuan Siwa-Durga, Yoga Tertawa Bali Gelar Renungan dan Doa untuk Bali Harmoni

Atas kesiapan RSUP Prof. Ngoerah, khususnya dalam mengintegrasikan inovasi berbasis AI untuk mempermudah alur pelayanan peserta BPJS Kesehatan, Wakil Ketua Komisi Kebijakan Umum DJSN, Mickael Bobby Hoelman memberikan apresiasi tinggi.

“Kami melihat RSUP Prof. Ngoerah cukup siap, termasuk adanya terobosan pemanfaatan Artificial Intelligence untuk membantu proses pelayanan. Tujuan utama reformasi ini adalah memudahkan peserta. Bahkan, dengan posisi strategis dan kesiapannya, RSUP Prof. Ngoerah bisa kita pertimbangkan sebagai percontohan perpanjangan uji coba secara nasional atau representasi praktik terbaik di kawasan Indonesia Timur,” puji Mickael Bobby Hoelman.

Menanggapi peninjauan tersebut, Direktur Utama RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., menegaskan komitmennya dalam mengawal transisi reformasi JKN. Dari sisi pemenuhan standar KRIS, pihaknya telah siap sejak jauh hari, sedangkan uji coba sistem iDRG telah dilakukan di internal rumah sakit.

Baca Juga:   Epilepsi Bisa Disembuhkan, Dokter Ungkap Penanganan Hingga Operasi Otak

Guna menopang integrasi digital, RSUP Prof. Ngoerah merancang sistem informasi manajemen terpadu bernama “SIMETRIS” melalui kolaborasi (join development) bersama RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. “Melalui SIMETRIS, kami mengikuti seluruh perjalanan klinik pasien (patient journey). Mulai dari pendaftaran, proses layanan, hasil laboratorium, hingga hasil rontgen maupun MRI dapat langsung terlihat di sistem secara terintegrasi sampai pada proses kepulangan dan klaim BPJS,” kata Sukadarma.

Sukadarma menambahkan, seiring dengan percepatan digitalisasi dan pemanfaatan sistem terintegrasi ini, aspek keamanan data medis pasien juga menjadi prioritas utama pengelolaan IT di RSUP Prof. Ngoerah. (BC18)