Anom Gumanti Apresiasi Semangat Krama Desa Adat Kelan Gelar Karya Nyekah lan Metatah Massal

0
11
Desa Adat Kelan
I Gusti Anom Gumanti menyerahkan punia kepada manggala prawartaka karya yang didampingi Bendesa Adat Kelan. (ist)

balibercerita.com –
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menghadiri Karya Nyekah lan Metatah Massal Desa Adat Kelan Tahun 2026 yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Kelan, jaba sisi Pura Desa lan Puseh Desa Adat Kelan, Kecamatan Kuta, pada Selasa (11/8). Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Kuta, Sekretaris Camat Kuta, Lurah Tuban, Danramil Kuta, Kapolsek Kuta, Bendesa Adat Kedonganan, Bendesa Adat Tuban, tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Kelan.

Baca Juga:   DPRD Badung Gerak Cepat: Dendy Astra Wijaya Pastikan Bantuan Korban dan Perbaikan Pura Terdampak Bencana Sangeh

Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan permakluman kepada krama karena Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta yang semula dijadwalkan hadir di hari yang sama belum dapat memenuhi undangan.

Anom Gumanti mengapresiasi Desa Adat Kelan yang melaksanakan karya secara swadaya dan penuh semangat gotong royong. Hal tersebut mencerminkan pemahaman krama terhadap makna yadnya sebagai wujud bhakti dan kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai adat serta tradisi.

Baca Juga:   Di Denpasar, Pasien Covid-19 Meninggal Bertambah Tiga Orang

Selain menjadi momentum pelaksanaan kewajiban keagamaan, upacara tersebut menurutnya juga menjadi ruang untuk memperkuat rasa menyama braya, kebersamaan dan gotong royong antar-krama. “Semangat ini sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga serta melestarikan adat, budaya dan tradisi Bali agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berlangsung lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama. “Mudah-mudahan seluruh rangkaian karya ini berjalan lancar, memargi antar, becik, antar sida sidaning don, labda karya. Semoga Ida Sang Hyang Parama Kawi senantiasa memberikan tuntunan dan perlindungan,” harapnya.

Baca Juga:   Desa Adat Kuta Gelar Upacara Nangluk Merana lan Pecaruan Sasih di Tengah Guyuran Hujan

Khusus bagi para peserta metatah, Anom Gumanti juga menyampaikan harapan agar setelah mereka metatah dan membersihkan diri dari unsur Sad Ripu, kedepannya mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya. Pemuda merupakan tonggak estafet pembangunan bangsa. (adv)