Ida Batara Pura Dang Kahyangan Gunung Payung Nyejer Hingga 5 Februari

0
244
Pujawali Pura Dang Kahyangan Gunung Payung
Pelawatan Ida Batara Pura Gunung Payung. (ist)

balibercerita.com –
Usai puncak pujawali yang digelar pada Senin (2/2) sore, Ida Batara di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung, Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, akan nyejer hingga Wraspati Uye, 5 Februari 2026. Masa nyejer ini memberikan kesempatan luas bagi umat Hindu dari berbagai daerah untuk tangkil dan ngaturang bakti.

Pujawali yang bertepatan dengan Purnamaning Kawulu tersebut dilaksanakan dengan khidmat dan penuh makna niskala. Selama Ida Batara nyejer, rangkaian bakti panganyar digelar dan menjadi waktu utama bagi krama maupun pamedek untuk melaksanakan persembahyangan di Pura Dang Kahyangan yang berada di kawasan Gunung Payung.

Baca Juga:   Mangku Sudarsana Kombinasikan Pengobatan Tradisional Dengan Modern

Bendesa Adat Kutuh, Jero Nyoman Mesir menjelaskan bahwa pujawali di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung dilaksanakan setahun sekali, tepat pada Purnamaning Kawulu, dengan sarana upacara bebangkit pulagembal. Rangkaian upacara dimulai sejak 2 Februari dan akan masineb pada 5 Februari 2026. “Umat dipersilakan tangkil mulai tanggal 3 hingga 5 Februari 2026, bertepatan dengan rangkaian bakti penganyar selama Ida Betara nyejer,” ujarnya.

Tingginya antusiasme pamedek yang tangkil selama masa nyejer turut menjadi perhatian Desa Adat Kutuh. Jero Nyoman Mesir menyampaikan rencana perluasan area pura, khususnya pada bagian lawangan menuju Pura Segara guna menunjang kenyamanan umat dalam bersembahyang.

Baca Juga:   Unik, Tradisi Nyepi Adat dan Aci Manda di Desa Adat Bugbug

Pujawali di-puput oleh Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari saking Griya Sanur. Ketua Panitia Pujawali, Ketut Gita menyampaikan bahwa persiapan upacara telah dilakukan sejak dua hari sebelumnya, termasuk rangkaian ngias palinggih Ida Batara.
Rangkaian upacara diawali dengan mendak siwi dilanjutkan puncak pujawali saat purnama serta bakti panganyar selama masa nyejer. Panyineban dijadwalkan berlangsung pada Wraspati Uye, 5 Februari 2026.

Pada masa bakti panganyar, sejumlah pelawatan Ida Batara turut lunga ke Pura Gunung Payung, diantaranya Ida Batara Unen dari Bualu, Dalem Pemutih, serta Banjar Sawangan. Sementara, pada puncak karya, Ida Batara Sesuhunan Ratu Ayu yang malinggih di Pura Desa juga lunga dan masolah. Saat panyineban, prosesi diawali dengan menghaturkan sesayut dari krama Desa Adat Peminge dan Sawangan sesuai loka dresta, sebelum Ida Batara kembali malinggih.

Baca Juga:   Sakralnya Ritual Terteran di Desa Adat Saren

Sementara itu, Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta yang hadir mewakili Bupati Badung menyampaikan bahwa pelaksanaan pujawali hingga masa nyejer diharapkan memberikan vibrasi positif bagi umat dan lingkungan sekitar. Pemerintah daerah, katanya, akan terus mendukung pelaksanaan yadnya di wilayah Badung, khususnya di Pura Dang Kahyangan. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini