DPRD dan Pemkab Badung Ngaturang Bakti Panganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung

0
5
Pura Mandara Giri Semeru Agung
Anom Gumanti mendampingi Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat bakti panganyar di Pura Kahyangan Jagat Mandara Giri Semeru Agung, Desa Senduro, Kabupaten Lumajang. (ist)

balibercerita.com –
Semangat menjaga hubungan spiritual dan mempererat persaudaraan umat Hindu lintas daerah kembali ditunjukkan Pemkab Badung bersama DPRD Badung. Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti mendampingi Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta melaksanakan bakti panganyar di Pura Kahyangan Jagat Mandara Giri Semeru Agung, Desa Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (10/7).

Prosesi bakti panganyar yang dirangkai dengan upacara bakti panyineban berlangsung khidmat dan penuh makna. Upacara di-puput Ida Pedanda Gede Putu Ngenjung dari Griya Keniten Selat Duda, Karangasem, serta disaksikan Bupati Lumajang, Hj. Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Aji Kusuma, unsur forkopimda, PHDI Kabupaten Lumajang, Camat Senduro, Kepala Desa Senduro, hingga tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran rombongan Pemkab Badung dan DPRD Badung menjadi simbol eratnya hubungan persaudaraan antarumat Hindu di berbagai daerah Indonesia. Upacara tersebut juga dihadiri anggota DPRD Badung, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba, jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta umat Hindu dari berbagai wilayah Nusantara yang turut memadati kawasan pura yang berada di kaki Gunung Semeru tersebut.

Baca Juga:   Anggota DPRD Badung Dampingi Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Pura Kantor Perbekel Sibang Gede

Sebagai bentuk sradha bakti dan dukungan terhadap pelestarian kegiatan keagamaan, Bupati Badung bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan dana punia sebesar Rp150 juta kepada pangempon Pura Kahyangan Jagat Mandara Giri Semeru Agung. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan keagamaan sekaligus menjaga keberlangsungan pura yang menjadi salah satu pusat spiritual umat Hindu di Indonesia.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa bersama jajaran organisasi wanita Kabupaten Badung juga turut ngayah melalui persembahan tari rejang. Tarian sakral tersebut menjadi simbol penghormatan dan ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam rangkaian upacara yang berlangsung penuh kekhidmatan.

Baca Juga:   Ringankan Beban Warga, Padang Luwih Gelar Karya Atma Wedana lan Manusa Yadnya Kinembulan 

Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti mengatakan, bakti panganyar di Pura Kahyangan Jagat Mandara Giri Semeru Agung tidak hanya menjadi wujud sradha dan bakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat Hindu di seluruh Nusantara.

Melalui momentum pujawali ini umat Hindu diajak untuk terus meningkatkan sradha dan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur Tri Hita Karana dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pujawali ini menjadi momentum untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (parahyangan), hubungan manusia dengan sesama (pawongan), dan hubungan manusia dengan alam lingkungan (palemahan). Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga sebagai landasan kehidupan bermasyarakat,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga:   Menyimak Kembali Perayaan Waisak di Vihara Buddha Dharma

Ia juga menyampaikan doa agar seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah senantiasa diberikan tuntunan, kekuatan, serta keselamatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Kami memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar pemerintah dan masyarakat selalu diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas pengabdian, dijauhkan dari segala mara bahaya, serta diberikan kesejahteraan dan kerahayuan jagat,” katanya.

Anom Gumanti menambahkan, keberadaan Pura Kahyangan Jagat Mandara Giri Semeru Agung sebagai salah satu pusat spiritual umat Hindu di luar Bali memiliki peran penting dalam menjaga persatuan umat serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan dharma. Dengan semangat kebersamaan tersebut, hubungan harmonis antardaerah dan antarumat Hindu di Indonesia diharapkan semakin kokoh dari waktu ke waktu. (adv)