Ketua DPRD Badung Hadiri Puncak Pujawali Pedudusan Agung di Pura Luhur Uluwatu

0
13
Pura Luhur Uluwatu
Suasana persembahyangan bersama pada puncak Pujawali Padudusan Agung (Catur Niri) Puncak Lingga di Pura Luhur Uluwatu pada Selasa (7/7). (ist)

balibercerita.com –
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti mendampingi Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengikuti persembahyangan bersama pada puncak Pujawali Padudusan Agung (Catur Niri) Puncak Lingga di Pura Luhur Uluwatu pada Selasa (7/7).

Persembahyangan turut dihadiri Pangelingsir Puri Jero Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Badung, serta organisasi kewanitaan Kabupaten Badung. Upacara di-puput oleh Ida Pedanda Gede Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur dan Ida Pedanda Gede Made Darma Kerti dari Griya Saraswati Batuan, Gianyar.

Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah bersama masyarakat dalam setiap pelaksanaan yadnya merupakan wujud sradha bakti sekaligus komitmen menjaga warisan budaya dan spiritual yang menjadi identitas Bali.

Baca Juga:   Mangku Klambu: Penangkal Ilmu Hitam Ada di dalam Diri Sendiri 

Menurutnya, Pura Luhur Uluwatu tidak hanya memiliki nilai religius yang tinggi bagi umat Hindu, tetapi juga merupakan salah satu kahyangan jagat yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat Bali. “Melalui pelaksanaan pujawali ini, kita memohon keselamatan, kerahayuan, serta kesejahteraan bagi masyarakat Badung dan Bali pada umumnya. Semoga keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa terjaga,” ujarnya.

Anom Gumanti menambahkan, puncak pujawali padudusan agung menjadi momentum spiritual untuk meningkatkan sradha dan bakti, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh krama dalam menjaga kesucian serta kelestarian kawasan suci Pura Luhur Uluwatu.

Baca Juga:   Cahaya Suci Penuntun Berdirinya Pura Luhur Srijong 

Ia juga mengajak seluruh krama dan masyarakat yang tangkil untuk bersama-sama menjaga kesucian, ketertiban, dan kebersihan kawasan pura. Menurutnya, kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan kawasan suci merupakan implementasi nilai-nilai bakti yang tidak hanya diwujudkan melalui persembahyangan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu kahyangan jagat yang memiliki nilai spiritual dan historis yang sangat tinggi. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga kesucian, ketertiban, dan kebersihannya agar tetap lestari serta memberikan kenyamanan bagi umat yang melaksanakan persembahyangan,” tegasnya.

Baca Juga:   Sekda Adi Arnawa Hadiri Karya Melaspas Pura Dalem Desa Adat Gerih

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Badung juga memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar Kabupaten Badung senantiasa dianugerahi kerahayuan, keharmonisan, serta kelancaran dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Melalui momentum suci ini, kami menghaturkan bhakti sekaligus memohon doa agar Badung selalu berada dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv)