Mangku Klambu: Penangkal Ilmu Hitam Ada di dalam Diri Sendiri 

Ilmu hitam
Mangku Klambu. (BC)

Mangupura, balibercerita.com – 

Ilmu pengetahuan memiliki sisi positif dan negatif. Bermanfaat atau merugikan, tergantung sifat dan sikap orang yang menguasainya. 

Menurut penekun spiritual, Mangku Klambu, black magic atau ilmu hitam adalah bagian dari ilmu pengetahuan itu sendiri, yang kemudian disalahgunakan oleh oknum pengguna ilmu tersebut. Sebagaimana diketahui, cukup banyak jenis ilmu yang disalahgunakan untuk menyakiti orang lain. Demikian halnya, metode penyembuhan pun ada banyak ragamnya. 

Mangku Klambu yang juga pengayah di Pura Dang Kahyangan Petitenget ini menyebutkan, meski banyak metode penanganan black magic, namun secara umum cara yang paling ampuh untuk menangani ilmu hitam sebenarnya ada dalam diri sendiri. Dalam artian, kita harus memiliki keyakinan kuat bahwa segala sesuatunya terjadi atas kehendak Tuhan. 

Baca Juga:   Bank Sampah Digital Sangkara, Ajak Pamedek Bersihkan Pura Sekaligus Kumpulkan Rupiah 

Keyakinan inilah yang harus senantiasa diperkuat. Ketika hendak menghilangkan efek ilmu hitam, selain metode yang benar, perlu senantiasa ditumbuhkan keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan jalan kesembuhan. Jika tidak begitu maka akan sangat sulit bagi seseorang untuk terlepas dari pengaruh ilmu hitam.   

Manusia juga harus meyakini bahwa sejatinya ia telah memiliki benteng atau pelindung gaib. Dalam sistem kepercayaan Hindu di Bali, pelindung tersebut dinamakan Nyama Pat. Disebutkan, nyama pat atau empat saudara itu lahir bersama sang bayi yakni yeh nyom (air ketuban), darah, ari-ari dan lamas. Keempat saudara itu kemudian berganti nama dan fungsi. Nyama Pat jika selalu diingat atau dihidupkan melalui cara tertentu, akan sangat bermanfaat dalam melindungi diri dari segala serangan ilmu hitam. 

Baca Juga:   Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud Gelar PKM di Museum Pendet

Hal lain yang tak kalah penting, janganlah berlebihan menanggapi sesuatu. Sikap berlebihan dalam menyikapi suatu peristiwa dikhawatirkan justru menambah rumit persoalan itu sendiri. Ketika seseorang selalu mengaitkan penyakit atau persoalannya dengan ilmu hitam, maka sejatinya orang itu sendirilah yang menyakiti dirinya sendiri dengan pemikiran negatif. 

Lebih lanjut, Mangku Klambu menyampaikan pandangannya terkait mengapa masih banyak orang yang menggunakan ilmu hitam. Menurutnya, orang-orang yang mempraktikkan atau menggunakan ilmu hitam adalah mereka yang belum bisa memerdekakan dirinya sendiri dari pengaruh buruk. Dalam artian unsur Sad Ripu yakni kama (hawa nafsu), loba (tamak), kroda (marah), mada (mabuk), moha (bingung) dan matsarya (iri hati) dalam diri sangat mendominasi dan tak bisa dikendalikan. 

Baca Juga:   Dua Kali Temuan Jenazah di Tebing Karang Boma, Pecatu Akan Gelar Pecaruan

“Contohnya kalau orang selalu iri kepada orang lain, ini kan sebenarnya merugikan diri sendiri dan orang lain. Sifat iri itu seharusnya kan dikendalikan dan diarahkan ke hal yang sifatnya positif misalnya dengan lebih tekun dalam bekerja atau berkreativitas, jadi ya bukan justru kita pakai black magic untuk menyakiti orang yang kita anggap lebih dari kita,” katanya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini