Menguatkan Jati Diri Satu Leluhur, PADKN Rayakan Hari Jadi Pertama di Puri Agung Glogor

0
10
PADKN
Suasana perayaan HUT PADKN. (ist)

balibercerita.com –
Suasana sakral dan khidmat menyelimuti Puri Agung Glogor Sesetan, Denpasar Selatan, pada Minggu (7/6). Pasemetonan atau Persaudaraan Arya Damar Kenceng Nusantara (PADKN) menggelar perayaan hari ulang tahunnya yang pertama.

Perayaan ini berlatar Candi Majapahit Bali yang menjadi salah satu ikon acara. Pembangunan candi tersebut dimaksudkan untuk memperkuat simbol kebersamaan dan jati diri leluhur Nusantara, sekaligus menjadi latar yang menambah keagungan upacara dan menegaskan identitas kultural pasemetonan satu leluhur.

​Rangkaian acara diawali dengan penampilan apik tari legong penyambutan oleh yowana setempat, disusul tari pecut yang energik dari siswa-siswi SD 10 Pemecutan sebagai potret semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya.

​Ketua Pembina PADKN, Drs. Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga dalam sambutannya memaparkan bahwa PADKN dibentuk untuk menyatukan trah Arya Damar dan Arya Kenceng yang tersebar luas. Melalui kajian sejarah, artefak, hingga perjalanan spiritual (napak tilas) ke Pagaruyung, Sumatera Barat, ditemukan keterkaitan erat peran penting Arya Damar (Adityawarman) dengan Majapahit, Pamelayu, hingga Bali.

Baca Juga:   Bupati Badung Serahkan Hibah Dana Aci Pura Subak

Selain itu, pada festival budaya di Padang 2023, tokoh keturunan Arya Damar mendorong pembentukan organisasi keluarga di Bali. Langkah ini mendapat respons positif dan memicu pertemuan-pertemuan lanjutan dengan tokoh keluarga.

Nama Damar Kenceng dipilih sementara karena adanya dualisme antara Kerajaan Tabanan dan Badung, meski silsilah mengaitkan Arya Kenceng dengan Arya Damar (Adityawarman). Jika anggota memahami asal-usul yang sama, nama organisasi mungkin akan diseragamkan, misalnya menjadi Pasemetonan Pratysentana Arya Damar/Adityawarman, agar jangkauan lebih luas.

​Setelah melalui berbagai proses rembug tokoh, rangkaian piuning di sejumlah pura (Pura Batur Singasana, Pura Sri Nararya Kenceng Buahan, dan Pura Merajan Selonding Besakih), penyusunan AD/ART, dan pengesahan resmi dari Menteri Hukum RI pada 23 Januari 2026, organisasi ini kini berdiri kokoh secara legalitas.

Baca Juga:   Desa Adat Tanjung Benoa Mepatung Dua Kali, Saat Galungan dan Nyepi

“Tujuan PADKN bukan sekadar berkumpul, melainkan memperkuat identitas leluhur, menggalang persaudaraan, sagilik saguluk, paras paros, salunglung sabayantaka, serta aktif dalam kegiatan sosial dan pelestarian budaya. Kepada pengurus baru, saya berpesan agar ngayah dengan ikhlas dan menjadi pelayan semeton,” ujar Turah Putra Darmanuraga.

Sementara itu, Ketua Umum PADKN, Prof. Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D., menambahkan bahwa organisasi yang resmi berdiri pada 1 Juni 2025 ini berawal dari kebersamaan sameton di Badung (Puri Pemecutan, Puri Glogor, dan Jero Kuta) sebelum akhirnya meluas hingga ke Sumatera Barat. Berdasarkan sejarah, terdapat ikatan biologis dan kultural yang kuat antara tokoh-tokoh besar tersebut yang melintasi pulau dan waktu.

Baca Juga:   Anglangkara Miniatur Ogoh-ogoh Festival Ingin Tingkatkan Kreativitas Seniman Muda di Badung

“Dengan mempersatukan ini, kita berharap terjalin hubungan yang harmonis dan kita dapat mempertahankan tradisi serta budaya adiluhung Nusantara. Meskipun berbeda keyakinan atau agama, adat dan budaya menjadi perekat yang harus kita jaga dan revitalisasi sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.

​Perayaan hari jadi ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, diantaranya Ida Bhagawan Pasemeton Agung Damar Kenceng (Griya Tegal Tamu Gianyar dan Griya Lanang Dawan Padang Sambian), Penasihat PADKN AA Gede Mas Putra, pengawas AA Made Sumendra, serta jajaran Pangelingsir Sepuh PADKN. Acara ditutup secara simbolis dengan pemotongan tumpeng, foto bersama, dan ramah tamah sebagai wujud eratnya tali persaudaraan. (BC18)