Fraksi Golkar DPRD Badung Dorong CAS Petang Segera Dioptimalkan

0
77
Fraksi Golkar
Fraksi Golkar DPRD Badung saat meninjau langsung fasilitas CAS di Pasar Petang, Selasa (9/6). (ist)

balibercerita.com –
Fraksi Golkar DPRD Badung meminta agar fasilitas controlled atmosphere storage (CAS) berkapasitas 20 ton yang berada di Kecamatan Petang dapat segera dioptimalkan pemanfaatannya. Fasilitas penyimpanan modern tersebut dinilai berpotensi besar dalam menjaga kestabilan harga komoditas pertanian sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Badung.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Badung, I Gusti Ngurah Saskara saat meninjau langsung fasilitas CAS yang berlokasi di Pasar Petang, Selasa (9/6). Menurut Saskara, keberadaan CAS yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Badung pada periode 2018-2019 memang dirancang sebagai salah satu instrumen untuk mengantisipasi gejolak harga komoditas pertanian melalui sistem penyimpanan yang lebih modern.

“Hari ini kami berada di CAS Petang untuk melihat secara langsung sejauh mana keberadaan fasilitas ini mampu berkontribusi terhadap tujuan awal pembangunannya yaitu membantu petani menyimpan hasil panen dan menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah,” ujarnya.

Baca Juga:   Bupati Adi Arnawa Ikuti Gotong Royong Semesta Berencana Tanam Pohon dan Bersih Sampah

Ia menjelaskan, teknologi yang diterapkan pada CAS memungkinkan berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, bawang, dan sayuran dapat disimpan lebih lama dibandingkan metode penyimpanan biasa. Dengan kondisi tersebut, petani tidak harus melepas seluruh hasil panennya ketika harga komoditas sedang mengalami penurunan.

“Konsepnya sederhana. Ketika produksi melimpah dan harga turun, hasil panen dapat disimpan terlebih dahulu. Saat pasokan berkurang dan harga mulai naik, komoditas tersebut bisa kembali dipasarkan. Mekanisme ini dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani,” jelasnya.

Meskipun memiliki fungsi strategis, Fraksi Golkar menilai operasional CAS perlu dievaluasi secara menyeluruh. Penilaian tersebut meliputi tingkat pemanfaatan fasilitas, kesiapan sumber daya manusia, besaran biaya operasional, hingga manfaat yang dirasakan petani serta kontribusinya terhadap pendapatan daerah.

Baca Juga:   Koster Ultimatum Pengelola Mal: Wajib Gunakan Aksara Bali Sebelum Desember 2025

Saskara menambahkan, apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak yang positif dan manfaat yang signifikan, maka pemerintah daerah patut mempertimbangkan pembangunan fasilitas serupa di wilayah lain yang memiliki potensi pertanian cukup besar.

“Kalau fasilitas seperti ini terbukti memberikan manfaat nyata bagi petani dan sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja usaha Perumda, tentu layak menjadi perhatian pemerintah untuk dikembangkan lebih lanjut,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Fraksi Golkar DPRD Badung, I Nyoman Artawa menegaskan bahwa pembangunan CAS merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian, khususnya untuk membantu menjaga stabilitas harga hasil panen petani.

Sebagai anggota dewan yang berasal dari daerah pemilihan Petang, Artawa berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani.

Baca Juga:   Pencarian Korban Banjir di Mengwi Belum Membuahkan Hasil

“Pemerintah Kabupaten Badung membangun fasilitas ini untuk membantu petani menghadapi fluktuasi harga hasil pertanian. Harapan kami, petani yang memiliki hasil panen seperti bawang, cabai maupun sayuran dapat memanfaatkan fasilitas ini sehingga tidak terpaksa menjual produknya saat harga sedang rendah,” ujarnya.

Artawa juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah tersebut agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat. “Kami ingin CAS ini benar-benar menjadi instrumen yang bermanfaat bagi petani, bukan hanya sebagai aset daerah, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam menjaga kesejahteraan petani dan stabilitas harga pangan,” katanya. (adv)