Beranda Wisata Kunjungan Wisatawan India Geser Tiongkok di DTW Uluwatu, Australia Masih Kokoh Mendominasi

Kunjungan Wisatawan India Geser Tiongkok di DTW Uluwatu, Australia Masih Kokoh Mendominasi

0
Uluwatu
Wisatawan India saat berfoto dengan penari di DTW Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu. (ist)

balibercerita.com –
Peta pasar wisatawan mancanegara di DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu mulai berubah. Wisatawan asal India kini menjadi salah satu pasar terbesar yang datang ke Uluwatu, bahkan telah menggeser posisi Tiongkok. Sementara, Australia masih bertahan sebagai pasar wisatawan mancanegara terbesar.

Penyarikan Desa Adat Pecatu yang juga mantan Manajer DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana mengatakan, perubahan komposisi wisatawan tersebut terlihat dari data kunjungan yang terjadi dalam beberapa periode terakhir. “Kalau dilihat dari data, kita tetap di angka yang pertama itu Australia. Dulunya kan Tiongkok, sekarang sudah digeser sama India. India tetap posisi kedua, baru Asia Tenggara,” ungkap Wijana belum lama ini.

Baca Juga:   Kunjungan Wisatawan dan Okupansi Hotel Terus Meningkat

Menurutnya, perubahan pasar tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kunjungan ke Uluwatu. Memasuki periode high season, jumlah wisatawan yang datang setiap hari kini berada di kisaran 4.500 orang, bahkan pada hari tertentu telah menembus 5.000 orang.

Padahal, pada kondisi normal, kunjungan harian Uluwatu umumnya berada di angka 3.500–4.000 wisatawan. Peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi pengelola setelah memasuki musim kunjungan yang lebih ramai. “Sekarang sudah mulai high season, karena tingkat kunjungan tiap hari sudah mulai meningkat. Biasanya paling di angka 3.500–4.000, sekarang sudah mencapai 4.500 sampai bahkan 5.000,” katanya.

Baca Juga:   Penglipuran: Desa yang Membuktikan Tradisi Tak Pernah Kalah oleh Zaman

Wijana menyebut, komposisi kunjungan ke Uluwatu hingga kini masih didominasi wisatawan mancanegara. Porsinya mencapai sekitar 70 persen, sedangkan wisatawan domestik berada di kisaran 30 persen.

Perubahan pasar wisatawan ini sekaligus menjadi peluang bagi Uluwatu untuk memperkuat kunjungan dari berbagai negara. Terlebih, pengelola masih optimistis total kunjungan sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar 1,7 juta wisatawan.

Optimisme tersebut tidak hanya bertumpu pada pasar mancanegara. Pengelola juga berharap wisatawan domestik dapat memberikan kontribusi lebih besar, salah satunya dengan dukungan fasilitas parkir yang kini lebih luas.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung dan Desa Adat Jimbaran Tegas Bantah Isu Pungli di Kafe 19 Pantai Muaya

“Kita optimis masih di angka 1,7 juta seperti tahun-tahun sebelumnya. Mudah-mudahan situasi dunia juga membaik, situasi ekonomi juga membaik, mudah-mudahan domestik akan lebih menunjang lagi,” ujarnya.

Keberadaan fasilitas parkir yang lebih luas diharapkan semakin memudahkan agen perjalanan domestik membawa wisatawan dalam jumlah lebih besar ke Uluwatu..Dengan komposisi pasar yang terus bergerak dan kunjungan harian yang mulai meningkat, Uluwatu kini tidak hanya mengandalkan pasar tradisional wisatawan, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi pasar baru, termasuk India dan wisatawan domestik. (BC5)