
balibercerita.com –
Di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik yang sempat memicu kekhawatiran pelaku pariwisata, Bali Collection justru mencatat tren pertumbuhan kunjungan yang positif. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir, trafik pengunjung mengalami peningkatan.
Head of Property Bali Collection, Robert Aditya Pramana mengungkapkan bahwa situasi global yang terjadi beberapa waktu lalu sempat membuat pelaku industri pariwisata waswas. Namun, kondisi tersebut ternyata tidak berdampak negatif terhadap kunjungan wisatawan ke Bali.
“Awalnya kami sempat deg-degan melihat perkembangan situasi global. Tetapi setelah berjalan sekitar dua minggu, trafik justru meningkat. Kemungkinan wisatawan yang sebelumnya berencana ke destinasi lain akhirnya memilih Bali dan membelanjakan pengeluarannya di sini,” ujarnya belum lama ini.
Menurut Robert, pertumbuhan Bali Collection sudah terlihat sejak 2023. Setiap tahun, trafik pengunjung meningkat sekitar 30 hingga 40 persen dan kini telah melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19. Pertumbuhan tersebut bahkan terjadi saat pihaknya baru mengoperasikan blok A dan blok B. Tahun ini saja kenaikannya sudah sekitar 30 persen.
Saat ini, tingkat okupansi kawasan Bali Collection juga menunjukkan performa positif. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, trafik meningkat sekitar 25 persen. Blok A dan Blok B telah terisi penuh dengan tingkat okupansi mencapai 100 persen.
Melihat tren tersebut, Bali Collection tengah mempersiapkan pembukaan blok C yang akan menjadi wajah baru kawasan dengan konsep budaya Nusantara. Area seluas 1,8 hektare dengan luas komersial sekitar 4.600 meter persegi itu diproyeksikan menyumbang sekitar 30 persen dari total okupansi kawasan Bali Collection. “Blok C kami hadirkan dengan konsep budaya Indonesia atau Nusantara. Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda melalui perpaduan belanja, kuliner, hiburan, dan budaya,” jelasnya.
Untuk memperkuat konsep tersebut, Bali Collection telah menjalin kerja sama dengan Listibiya serta memiliki sanggar budaya sendiri yang secara rutin menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya Bali. Selain itu, ruang kolaborasi juga disiapkan bagi para tenant untuk menghadirkan aktivitas kreatif yang melibatkan pengunjung.
Robert menargetkan tingkat okupansi Blok C dapat mencapai 25 persen pada tahap awal operasional. Optimisme itu didukung oleh perkembangan kawasan ITDC Nusa Dua yang terus bertumbuh dengan penambahan hotel baru dan peningkatan okupansi kamar.
“Dari informasi yang kami terima, okupansi hotel di kawasan juga naik sekitar 10 hingga 20 persen. Dengan bertambahnya jumlah kamar hotel, kami yakin pembukaan Blok C akan berjalan seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan yang datang,” katanya.
Dari sisi kunjungan, Bali Collection saat ini rata-rata menerima sekitar 5.000 pengunjung per hari. Pada musim ramai atau high season, jumlah tersebut dapat meningkat menjadi 8.000 hingga 10.000 pengunjung per hari, tergantung kondisi cuaca dan tingkat kunjungan wisatawan ke Bali.
“Pencapaian tertinggi yang pernah kami raih sekitar 10.000 pengunjung per hari. Dengan bertambahnya hotel dan wisatawan yang datang ke kawasan Nusa Dua, potensinya masih sangat besar untuk terus tumbuh,” ujarnya.
Wisatawan mancanegara masih menjadi pasar utama Bali Collection. Australia menempati posisi pertama sebagai penyumbang kunjungan terbesar, disusul Indonesia dan India. Sementara, Taiwan dan Hong Kong melengkapi lima besar pasar wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Menurut Robert, pasar India menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan sejak 2023, seiring bertambahnya penerbangan langsung dari berbagai kota di India menuju Bali. Kendati demikian, Australia tetap nomor satu karena kedekatan geografis. Menariknya, wisatawan nusantara justru menunjukkan peningkatan yang sangat baik hingga menembus peringkat ketiga terbanyak saat ini.
Secara keseluruhan, komposisi pengunjung Bali Collection masih didominasi wisatawan mancanegara dengan porsi sekitar 70 persen, sementara wisatawan domestik berkontribusi sekitar 30 persen dan terus menunjukkan tren peningkatan. Selain menghadirkan konsep budaya, Bali Collection juga mengembangkan kawasan yang ramah pengunjung dengan menghadirkan berbagai spot foto Instagramable, area yang mendukung aktivitas bersepeda, serta menerapkan kebijakan kawasan bebas membawa anjing guna menjaga kenyamanan seluruh pengunjung. (BC5)















