Kutuh Siapkan Destinasi Wisata Baru, Usung Konsep Taman Rekreasi Alam dan Konservasi

0
4
Kutuh
Jro Nyoman Mesir. (ist)

balibercerita.com –
Desa Adat Kutuh kembali menyiapkan destinasi wisata baru yang memadukan keindahan alam, konservasi lingkungan, dan nilai spiritual. Kawasan Bangbang Gede akan ditata menjadi taman rekreasi berbasis alam yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah Bali Selatan.

Mata air yang berada di jalur menuju kawasan wisata Gunung Payung tersebut akan dikembangkan secara bertahap dengan konsep ruang terbuka hijau yang tetap menjaga fungsi ekologis dan keberadaan sumber air suci yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir mengatakan, Bangbang Gede memiliki sejarah panjang bagi masyarakat setempat. Kawasan itu sejak dahulu dikenal sebagai beji atau sumber mata air yang menjadi bagian penting dalam kehidupan warga.

Baca Juga:   Berkah Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Ulun Danu Beratan Melonjak

“Bangbang Kembar dari dulu sudah ada beji. Setelah melalui proses ngenteg linggih, kami melihat Bangbang Gede memiliki aura dan potensi yang sangat baik untuk dikembangkan. Sumber air di tempat ini sejak dulu menjadi sumber kehidupan masyarakat Kutuh,” ujarnya.

Menurutnya, penataan kawasan akan berfokus pada pengembangan wisata berbasis alam tanpa menghilangkan nilai konservasi dan kesakralan yang telah melekat pada kawasan tersebut. Sumber mata air yang ada akan ditata agar menjadi daya tarik wisata sekaligus tetap terjaga kelestariannya.

Di atas lahan sekitar 73 are itu, Desa Adat Kutuh juga berencana menghadirkan hutan desa yang ditanami berbagai jenis tanaman dan bunga harum. Keberadaan hutan desa ini diharapkan menjadi paru-paru kawasan sekaligus mempercantik lanskap wisata yang akan dibangun.

Baca Juga:   Festival Musik Terbesar Asia Kembali ke Bali, Lineup DWP 2025 Resmi Dirilis

Kawasan Bangbang Gede juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas rekreasi. Salah satunya adalah kolam pancing yang memanfaatkan cubang atau cekungan alami yang sudah ada di lokasi tersebut. “Kami ingin menjadikannya taman rekreasi yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Cubang yang ada akan kami tata dan dimanfaatkan menjadi kolam pancing. Jadi tidak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga memiliki nilai rekreasi,” jelasnya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Desa Adat Kutuh memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp5 miliar. Proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan pendanaan yang tersedia. Pengembangan Bangbang Gede nantinya juga akan dilakukan melalui sinergi antara Desa Adat Kutuh dan pemerintah desa dinas agar penataan kawasan berjalan optimal serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga:   Bandara Ngurah Rai Optimis Tutup Tahun 2024 dengan Capaian 23,6 Juta Penumpang

“Kami akan mengembangkan kawasan ini bersama desa dinas. Harapan kami, Bangbang Gede nantinya bisa menjadi destinasi wisata baru di Kutuh yang memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian sumber air dan lingkungan,” pungkas Nyoman Mesir.

Jika terealisasi sesuai rencana, Bangbang Gede akan menambah daftar destinasi unggulan di Desa Kutuh. Bukan sekadar tempat rekreasi, kawasan ini diproyeksikan menjadi ruang wisata yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian alam, nilai budaya, dan kesejahteraan masyarakat. (BC5)