Bupati Badung Serahkan Bantuan Rp1,4 Miliar Lebih untuk Pitra Yadnya di Desa Adat Jimbaran

0
17
Pitra Yadnya di Jimbaran
Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan saat karya Pitra Yadnya di Desa Adat Jimbaran, Selasa (1/9). (ist)

balibercerita.com –
Krama Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, menggelar upacara Pitra Yadnya (Ngaben) Sawa Pranawa Madya, Matatah dan Nyekah Massal VII Tahun 2026, Selasa (1/9). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali ini menjadi momentum penting dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Pemerintah Kabupaten Badung pun memberikan dukungan dan perhatian penuh terhadap pelaksanaan upacara ini sebagai bagian dari komitmen pelestarian budaya warisan leluhur. Sebagai bentuk dukungan nyata untuk meringankan beban ekonomi warga, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa hadir langsung dan menyerahkan bantuan dana hibah secara simbolis kepada manggala prawartaka sebesar Rp1,4 miliar lebih.

Baca Juga:   Pemkot Denpasar Gelar Bulan Bahasa Bali

Langkah ini sejalan dengan Keputusan Jero Bendesa Adat Jimbaran Nomor 002 Tahun 2006 tentang pembentukan Prawartaka Ngaben, yang menegaskan fungsi upacara massal dalam memupuk nilai gotong royong dan meringankan pembiayaan yadnya bagi krama setempat.

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat kebersamaan krama Desa Adat Jimbaran. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Badung, saya sangat mengapresiasi semangat krama yang telah bersatu dan bergotong royong dalam melaksanakan karya Pitra Yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan rahayu,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Bupati juga berpesan agar masyarakat senantiasa memperkuat persatuan dan semangat manyama braya (persaudaraan). Menurutnya, Pitra Yadnya tidak hanya memiliki nilai keagamaan yang sakral, melainkan juga instrumen vital dalam membentengi adat dan kebudayaan Bali.

Baca Juga:   Joged Bumbung Tradisi Badung Pikat Pengunjung PKB 2026, Sekaa Joged Akah Lucky Tampil Memesona

“Melalui kegiatan seperti ini, selain sebagai bentuk bakti kepada leluhur, kita juga secara tidak langsung ikut menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur. Pemkab Badung akan selalu mendukung berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan di masyarakat,” tegas Adi Arnawa.

Di samping itu, Adi Arnawa mengingatkan pentingnya sektor pariwisata bagi Kabupaten Badung, mengingat PAD Badung sebagian besar bersumber dari sektor ini. Pemkab Badung terus melakukan pembangunan ruas jalan baru di beberapa lokasi untuk mengatasi persoalan kemacetan serta melakukan penataan kawasan Pantai Kuta guna meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Baca Juga:   Sanggar Titi Bah Suguhkan Arja Klasik Sarat Filosofi Kehidupan di PKB 2026

Sementara itu, manggala prawartaka, I Made Kariasa melaporkan bahwa rangkaian upacara telah berjalan bertahap mulai dari atur piuning hingga upacara ngaskara. Puncak upacara nyekah dan mamukur dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026. Karya massal tahun ini tercatat diikuti oleh 113 sawa ngaben gede, 169 sawa nyekah, 18 ngelungah, 42 ngelangkir, serta 55 peserta matatah. Upacara di-puput Ida Pedanda Made Pemaron, Ida Pedanda Istri Simpangan Manuaba, dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Pancering Bhuana.

Turut hadir, Wakil Ketua DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa, Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, anggota DPRD Badung, Made Sudira, unsur Tripika Kuta Selatan, Lurah Jimbaran, dan Bendesa Adat Jimbaran. (adv)