Pemkot Denpasar Gelar Bulan Bahasa Bali

0
259
Bulan Bahasa Bali
Peserta lomba Bali Simbar pada pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, di gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar. (BC17)

Denpasar, balibercerita.com –

Sebagai ajang pelestarian dan pengembangan sastra, bahasa dan aksara Bali, Pemerintah Kota Denpasar menggelar Bulan Bahasa Bali 2023 di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Kamis (2/2). Kegiatan Bulan Bahasa tahun ini mengusung tema “Segara Kerthi: Campuhan Urip Sarwa Prani” yang dimaknai sebagai altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali untuk memaknai laut sebagai awal dan akhir kehidupan segenap makhluk.

Acara ini dibuka Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, I Made Toya didampingi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Hadiri Pujawali di SDN 4 Kuta, Dorong Penguatan Karakter untuk Menyongsong Indonesia Emas

Dalam sambutan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang dibacakan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, I Made Toya, menekankan bahwa bahasa Bali merupakan bahasa ibu di Bali. Keberadaan bahasa, sastra, dan aksara Bali menjadi jati diri masyarakat Bali. Karenanya, upaya pelestarian dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara Bali harus terus digelorakan.

“Jika kreativitas sudah didasari oleh kebudayaan Bali, itulah dinamakan jadi diri yang menjadi napas pembangunan di Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini tentunya dapat menjadi wahana pelestarian dan pengembangan kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Pihaknya mengaku bangga bahwa pelaksanaan Bulan Bahasa Bali telah dilaksanakan dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga tingkat Kota Denpasar.

Baca Juga:   DPRD Badung Apresiasi Prestasi Himpunan Seniman Pecatu-Bali Talent Artist di Ajang Patung Salju Internasional

“Ke depannya tentu kita berharap segala kegiatannya terus dikembangkan sehingga mampu mendukung penguatan dan pengembangan budaya Bali, termasuk bahasa, sastra, dan aksara Bali,” jelasnya.

Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali tahun ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebudayaan dan globalisasi. Sehingga mampu beradaptasi terhadap kemajuan peradaban.

“Karena di era sekarang, globalisasi dan kebudayaan adalah saling berkaitan dan mempengaruhi, dimana jika Bali sudah terkenal, maka tugas generasi muda untuk memperkuat sehingga menjadi suatu hal yang spesifik dalam menghadapi adaptasi global,” jelasnya.

Baca Juga:   Takbiran di Tabanan Dibatasi saat Nyepi, Tanpa Pengeras Suara dan Takbir Keliling

Sementara, Ketua Panitia, Raka Purwantara mengatakan adapun kegiatan yang dilaksanakan yakni lomba nyurat lontar, Bali Simbar, nyurat aksara Bali, lomba ngewacen aksara Bali ring lontar, dan lomba mesatua Bali, pidarta hingga debat bahasa Bali. 

“Dari berbagai lomba yang diadakan diikuti peserta sebanyak 227 orang mulai dari siswa-siswi, sekeha teruna hingga bendesa adat/kelian adat,” ujarnya. (BC17)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini