Resmi Dibuka, PKB XVLII 2026 Perkokoh Jati Diri Kebudayaan Bali

0
1
PKB
Gubernur Bali, Wayan Koster saat memberikan sambutan pada pembukaan PKB ke-48 tahun 2026. (ist)

balibercerita.com –
Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (13/6) malam. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya (Art Center), Denpasar.

Pergelaran akbar yang digagas oleh almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra pada tahun 1979 ini menegaskan posisinya sebagai wahana terbesar dalam melestarikan sekaligus memajukan kebudayaan Bali secara konsisten. Penyelenggaraan PKB tahun ini terasa semakin kokoh dan terarah pascadiberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Dampaknya terlihat nyata dari kualitas karya seni yang kian beragam, meningkatnya antusiasme penonton, serta keterlibatan aktif generasi muda hingga anak usia dini.

​Dalam sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan masif anak-anak dalam ajang budaya tahunan ini. Menurutnya, partisipasi aktif dari siswa TK hingga SD dalam pawai maupun pementasan tari menunjukkan masa depan budaya Bali yang cerah. ​”Kehadiran anak muda beserta anak-anak usia dini menunjukkan bahwa regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali telah terjadi secara langsung dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Koster.

Baca Juga:   Bagus Wirata Harapkan Singaraja Fest Diadakan di Kota Singaraja

Fakta tersebut menunjukkan bahwa seni budaya di Bali tidak akan pernah mati, namun akan selalu hidup dengan penuh gairah dalam kehidupan masyarakat Bali yang harmonis. ​Lebih lanjut, Koster menekankan bahwa kebudayaan merupakan hulu dari berbagai aspek kehidupan masyarakat Bali, mulai dari spiritualitas, ekonomi kreatif, hingga basis utama pariwisata yang membawa kesejahteraan sekala-niskala.

Baca Juga:   Lestarikan Budaya Bali, Yayasan SBSD Cetak Dalang Muda Seni Pewayangan Tradisional 

Melalui visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kebudayaan diposisikan sebagai modal utama dalam menghadapi dinamika global. “Jangan pernah bosan menjaga kebudayaan Bali,” tegas Gubernur Koster di hadapan ribuan penonton yang memadati area Art Center.

​PKB ke-48 yang berlangsung dari 13 Juni hingga 11 Juli 2026 ini mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, yang bermakna memuliakan jiwa paripurna. Tema ini diselaraskan dengan upaya bersama dalam memuliakan alam, manusia, dan kebudayaan Bali. ​Selama sebulan penuh, PKB 2026 akan menyajikan 10 aktivitas utama diantaranya peed aya (pawai), rekasadana (pagelaran), kanda rupa (pameran), utsawa (parade), wimbakara (lomba), kriya loka (lokakarya), widya tula (sarasehan), serta adi sewaka nugraha (penghargaan seniman).

​Tidak hanya itu, agenda tahun ini juga diperkaya dengan penyelenggaraan jantra tradisi Bali (pekan kebudayaan daerah) yang fokus pada kearifan lokal seperti pengobatan dan permainan tradisional, serta perayaan kebudayaan dunia (padma buana) untuk mengukuhkan posisi Bali sebagai pusat kebudayaan dunia. ​Kemegahan PKB tahun ini ditopang oleh keterlibatan sedikitnya 23.936 seniman yang tergabung dalam 307 sekaa, sanggar, atau yayasan seni dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Baca Juga:   GWK Perluas Jangkauan Pasar Tiongkok dan India, juga Perkuat Posisi sebagai Cultural Venue

​Selain menjadi pesta budaya, PKB juga berfungsi sebagai etalase ekonomi kreatif. Sebanyak 124 industri kecil menengah (IKM) dan 72 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut berpartisipasi memamerkan produk kerajinan dan kriya unggulan mereka. Guna mendukung geliat ekonomi pascapandemi, pemerintah daerah memfasilitasi tempat pameran tersebut secara gratis tanpa dipungut biaya. (BC18)