Siswa Diberi Edukasi Bahaya Bermain Layang-layang di Sekitar Bandara

0
1
Layang-layang Bandara
Petugas Bandara Ngurah Rai memberikan edukasi kepada anak-anak di wilayah Tuban. (ist)

balibercerita.com –
Peringatan Hari Anak Nasional dimanfaatkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk menanamkan budaya keselamatan penerbangan kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui program InJourney Community Care, puluhan siswa sekolah dasar diajak memahami bahaya bermain layang-layang di sekitar bandara hingga mengenal lebih dekat profesi petugas penyelamat penerbangan atau airport rescue and fire fighting (ARFF).

Kegiatan yang digelar Kamis (23/7) itu diawali dengan sosialisasi mengenai aturan bermain layang-layang kepada 84 siswa SD Negeri 04 Tuban. Anak-anak diberikan pemahaman tentang larangan bermain layang-layang di kawasan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) serta pentingnya menjaga ruang udara tetap aman demi keselamatan penerbangan.

Baca Juga:   Malam Hari, Presiden Jokowi Blusukan ke Rumah Warga Ubud

Selain mendapatkan materi edukasi, para siswa juga diajak memahami bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung operasional bandara melalui kepatuhan terhadap aturan keselamatan.

Kegiatan berlanjut dengan pengenalan tugas dan fasilitas ARFF kepada 28 siswa SD Negeri 03 Tuban. Dalam sesi tersebut, anak-anak dikenalkan dengan tugas personel penyelamat bandara, peralatan yang digunakan saat keadaan darurat, hingga simulasi sederhana yang menggambarkan proses penanganan insiden di lingkungan bandara.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati mengatakan, Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk membangun kesadaran keselamatan sejak dini sekaligus memperkenalkan profesi yang berperan penting dalam operasional penerbangan.

Baca Juga:   Pembongkaran Usaha Ilegal di Pantai Bingin Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

“Kami berharap edukasi ini dapat membangun kesadaran anak-anak sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pemahaman mengenai keselamatan penerbangan, termasuk risiko bermain layang-layang di sekitar bandara, merupakan tanggung jawab bersama yang perlu ditanamkan sejak dini. Selain itu, kami juga memperkenalkan peranan personel ARFF yang dikemas secara menarik dan edukatif,” ujarnya.

Tak hanya mengedepankan edukasi keselamatan, Bandara Ngurah Rai juga menghadirkan program InJourney Community Upskilling yang membuka ruang bagi komunitas lokal untuk menampilkan kreativitas dan bakat di area bandara. Dalam kesempatan tersebut, Sanggar Seni Balindra bersama siswa SMP Negeri 1 Kuta menampilkan kesenian tradisional Bali berupa tabuh rindik dan tari joged bumbung di hadapan para pengguna jasa bandara, baik penumpang domestik maupun mancanegara.

Baca Juga:   Dishub Badung Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Berawa dan Canggu

Penampilan itu tidak hanya menjadi hiburan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelajar untuk meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada dunia.

Nugroho menegaskan, melalui program InJourney Community Care dan InJourney Community Upskilling, Bandara Ngurah Rai ingin terus berperan sebagai agent of development yang memberikan manfaat sosial berkelanjutan bagi masyarakat. “Berbagai program yang dihadirkan diharapkan mampu memperkuat hubungan antara bandara dengan komunitas sekitar, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang peduli terhadap keselamatan, berkarakter, dan mampu mengembangkan potensi terbaiknya,” pungkasnya. (BC5)