Nelayan Sanur Hilang di Perairan Selatan Nusa Penida, Tim SAR Lakukan Pencarian

0
20
Nelayan Sanur hilang
Tim SAR saat melakukan pencarian korban. (ist)

balibercerita.com –
Seorang nelayan asal Sanur dilaporkan hilang saat melaut di perairan selatan Nusa Penida, Jumat (6/3). Hingga malam, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian, namun korban belum berhasil ditemukan. Korban diketahui bernama I Wayan Suta, nelayan dari Kelompok Pelindo Abu. Ia dilaporkan belum kembali setelah berangkat melaut sejak pagi hari.

Berdasarkan laporan dari pelapor Wayan Suteja, korban mulai melaut sekitar pukul 05.00 Wita menggunakan jukung. Namun hingga sore hari korban tidak kembali, sementara jukung miliknya justru ditemukan tanpa awak di tengah laut. Jukung tersebut pertama kali ditemukan oleh kapal Rayfish Fins (Arjuna 2) yang kemudian menariknya menuju arah Sanur.

Baca Juga:   Badung Terima Hibah Tanah Hasil Rampasan KPK, Nilainya Fantastis Capai Rp26,7 Miliar

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada sore hari.
“Laporan kami terima pada pukul 16.20 Wita. Berdasarkan informasi, perkiraan lokasi jatuhnya korban berada sekitar 3 nautical mile dari perairan selatan Nusa Penida. Ciri-ciri korban saat itu mengenakan pakaian motif army,” jelasnya.

Dari kartu identitas yang ditemukan, korban diketahui merupakan warga Sanur yang beralamat di Jalan Warmadewa, Lingkungan Semawang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera mengerahkan tiga personel yang bertugas di KN SAR Arjuna 229 menggunakan rigid bouyancy boat (RBB). Tim SAR diberangkatkan dari Pelabuhan Benoa pada pukul 16.40 Wita menuju lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.

Baca Juga:   DPMPTSP Badung Empat Kali Raih Penghargaan Pelayanan Prima (A) Dari Kemenpan RB 

Selain melakukan pencarian di laut, petugas siaga juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk KUPP Nusa Penida, kelompok nelayan Pelindo Abu, serta instansi terkait lainnya untuk memperluas informasi dan area pencarian. Selama proses penyisiran, tim SAR menghadapi kondisi cuaca dengan angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan mencapai 15 knot. Kondisi tersebut cukup mempengaruhi proses pencarian di lapangan.

Baca Juga:   Undiksha Raih Peringkat 11 Nasional pada Pimnas ke-38

Meski telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diperkirakan, hingga pukul 19.00 Wita tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan korban. Operasi pencarian pun dihentikan sementara dan direncanakan akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan memperluas area pencarian di sekitar perairan selatan Nusa Penida.

Tim SAR gabungan berharap korban dapat segera ditemukan, sementara koordinasi dengan nelayan setempat terus dilakukan untuk membantu memantau kemungkinan tanda-tanda keberadaan korban di laut. (BC5)