Badung Kembangkan Bawang Merah, Panen Perdana Hasilkan 13 Ton Per Hektare

0
230
Bawang merah
Panen perdana bawang merah di Subak Padedekan, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) mulai mengembangkan komoditas bawang merah. Dari total 12 hektare lahan yang digarap, panen perdana telah dilakukan di Subak Padedekan, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, dengan hasil mencapai 13 ton per hektare.

Kepala Disperpa Badung, I Wayan Wijana menyampaikan bahwa pengembangan bawang merah tahun 2025 dilakukan di dua kecamatan yakni Abiansemal dan Mengwi. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki kondisi geografis yang cocok untuk komoditas ini.

“Di dua kecamatan ini kami lakukan pengembangan di beberapa desa. Untuk di Kecamatan Mengwi berlokasi di Desa Mengwi, Buduk, dan Penarungan. Sedangkan untuk di Kecamatan Abiansemal, kami pilih di Desa Jagapati, Mambal, dan Angantaka,” ujar Wijana, Jumat (22/8).

Baca Juga:   25 Gepeng Diamankan Saat Dini Hari, Empat Diantaranya Balita

Ia menambahkan, khusus panen perdana di Subak Padedekan, pihaknya mengembangkan 2 hektare bawang merah varietas Super Philip yang dikenal tahan hama. “Varietas Super Phillip ini dia agak kuat dengan hama. Dari hasil pengembangan, bisa menghasilkan hingga 13 ton per hektare,” kata mantan Kabag Organisasi Setda Badung ini.

Selain bawang merah, Disperpa Badung juga menggulirkan program pengembangan cabai rawit seluas 45 hektare. Program ini disebut sebagai langkah antisipasi menghadapi fluktuasi harga, terutama pada akhir tahun hingga awal tahun berikutnya, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Baca Juga:   Pemkab Badung Wajibkan Ayah Dampingi Anak Ambil Rapor

“Pengembangan cabai rawit ini tujuannya untuk memenuhi ketersediaan terutama ketika terjadi gejolak harga cabai yang biasanya akan terjadi bulan Desember, Januari, Februari. Jadi ketika petani produksinya menurun, pemerintah hadir dengan program pengembangan cabai rawit. Kami harapkan ini bisa memenuhi ketersediaan cabai di pasaran saat itu,” jelasnya.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, sebelumnya juga menegaskan bahwa sektor pertanian harus terus dikembangkan agar tumbuh berkelanjutan. Menurutnya, pertanian bukan hanya produktif tetapi juga memberi dampak langsung pada kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pangan lokal.

Baca Juga:   Tenggelam di Samudra Hindia, 10 POB KM Linggar Petak 89 Masih dalam Pencarian

“Ini yang kami harapkan dan saya minta kepada Kadis Pertanian untuk terus memperluas lagi. Kita harus memastikan ketersediaan pangan kita di Kabupaten Badung, sekaligus untuk menjaga pengendalian inflasi daerah,” ungkap Adi Arnawa.

Sebagai penunjang, Dinas PUPR turut memperbaiki saluran irigasi di Subak Padedekan sepanjang 4 kilometer. Hal ini disebut sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah bagi petani. “Saya akan berjuang terus untuk memastikan meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Badung,” tegas Adi Arnawa. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini