Proyek MRT di Bali Diharapkan Segera Terealisasi

0
335
MRT
Suasana penyampaian minat investasi pengembangan transportasi massal berbasis kereta di Bali. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Penyampaian minat investasi Bali Urban Rail and Associated Facilities dan penyerahan dokumen kualifikasi oleh Konsorsium PT Bumi Indah Prima kepada PT Sarana Bali Dwipa Jaya sehubungan dengan pelaksanaan seleksi mitra investasi dalam pengembangan transportasi massal berbasis kereta di Bali digelar di ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (29/5). 

Terkait hal tersebut, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta usai acara menegaskan kembali dukungannya terhadap pembangunan mass rapid transit (MRT) di Bali. Menurutnya, MRT merupakan sistem transportasi massal dalam upaya mengatasi kemacetan di Bali dengan memberikan alternatif transportasi yang cepat, nyaman, dan efisien bagi penduduk Bali yang akan datang. 

Baca Juga:   Gubernur Bali Tegaskan Penertiban Usaha Ilegal Demi Tegaknya Tata Ruang

“Kami mendukung penuh program MRT ini apalagi dengan pelaksanaan B to B, business to business. Kami sangat berharap program ini terlaksana dan kami tidak mau program MRT ini gagal,” ujarnya. 

Giri Prasta menjelaskan, pembangunan MRT adalah salah satu alternatif terbaik dalam memecahkan masalah kemacetan lalu lintas. “Kalau melebarkan jalan susah apalagi ada merajan milik masyarakat sendiri, dan jika kita melaksanakan fly over juga tidak boleh. Kita mengamati regulasi, satu-satunya jalan melalui upaya program MRT ini. Kami sudah siap sepenuhnya melaksanakan, cuma ini harus betul-betul diatensi oleh negara karena ini merupakan program yang amat sangat besar. Untuk eksekusi di lapangan, kami sudah siap sekali,” ujarnya seraya mengatakan bahwa untuk membangun stasiun MRT akan dibangun di daerah Kuta dengan luas lahan 1 hektar lebih.

Baca Juga:   Jukung Rusak dan Terbawa Arus, Tiga Nelayan Buleleng Selamat Dievakuasi Tim SAR

Sementara, Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan dan pengembangan transportasi massal berbasis kereta akan menggunakan model investasi bisnis. Pembangunan ini penting mengingat sektor pariwisata menjadi andalan perekonomian Bali. 

Sebagai gambaran, pada tahun 2023 wisatawan yang datang ke Bali lebih dari 15 juta orang dan 2024 ditargetkan mencapai 20 juta orang. Angka ini setiap tahun terus bertambah. Alhasil, lalu lintas dari destinasi wisata yang ada di Bali hampir sepanjang waktu macet parah seperti wilayah sekitar Kuta, Seminyak, Canggu, Sanur, dan Ubud. 

Baca Juga:   Di Badung, Vaksinasi Lengkap Capai 90,4 Persen

Sebagai destinasi wisata dunia, Bali perlu sistem transportasi modern yang aman nyaman ramah lingkungan dan ketepatan waktu tempuh. Sehingga muncul gagasan melakukan penataan pariwisata Bali dengan mengundang pihak wisata berinvestasi di Bali menggunakan pengembangan sistem angkutan massal berbasis kereta yang tidak hanya bertujuan mengatasi kemacetan tetapi juga meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia. 

“Maka Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2024 tentang penegasan kepada PT Jamkrida Bali Mandara untuk melakukan kerja sama dalam pengembangan, pembiayaan, dan penyelenggaraan sistem angkutan umum berbasis kereta,” ungkapnya. (BC13) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini