The Nusa Dua Bersolek, Rejuvenation Dimulai dari Penguatan Daya Tarik Pulau Peninsula dan Water Blow

0
7
The Nusa Dua
Salah satu alat berat yang dikerahkan untuk penataan ulang The Nusa Dua. (ist)

balibercerita.com –
Perlahan namun pasti, wajah The Nusa Dua mulai berubah. Kawasan pariwisata yang dikenal rapi dan eksklusif ini kini tengah menjalani proses rejuvenasi atau penataan ulang secara bertahap, dimulai dari dua titik ikonik, yakni Pulau Peninsula dan Water Blow.

Di tengah proses tersebut, aktivitas wisata tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada penutupan kawasan, tidak ada pembatasan kunjungan. Wisatawan masih bisa menikmati panorama laut lepas, berjalan santai di jalur pedestrian, atau sekadar duduk menikmati angin pantai.

General Manager The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika menyebut, penataan ini bukan pekerjaan singkat. Proyek ini dirancang sebagai program jangka panjang yang akan berjalan selama 4 hingga 5 tahun ke depan. “Penataan dilakukan bertahap tanpa menutup kawasan. Akses masuk ke Peninsula, misalnya, dikerjakan bergantian agar kunjungan tetap normal,” ujarnya.

Baca Juga:   GWK Hadirkan Pagelaran Kolosal Ogoh-ogoh Festival 2022

Ada semangat baru yang ingin dihadirkan. Terlebih, momentum ini beriringan dengan persiapan menyambut hari jadi ke-53 The Nusa Dua pada Oktober mendatang. Kawasan ini tidak hanya ingin tetap indah, tetapi juga relevan dengan tren pariwisata global yang kini mengarah pada pengalaman dan keberlanjutan.

Salah satu titik yang paling mencuri perhatian adalah Water Blow. Selama ini, lokasi tersebut identik dengan semburan ombak tinggi yang menghantam tebing karang, menciptakan pemandangan dramatis yang selalu diburu wisatawan. Kini, kawasan itu dipoles lebih jauh, bukan untuk mengubah karakternya, melainkan menambah nilai.

Water Blow tengah disiapkan menjadi spot prewedding eksklusif. Lanskap alaminya yang kuat, perpaduan tebing karang dan deburan ombak, dinilai memiliki daya tarik visual yang tidak banyak dimiliki lokasi lain. Namun, pengelola tetap memberi catatan penting: pemanfaatan lokasi akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan ombak demi keselamatan.

Baca Juga:   The Nusa Dua Kantongi Tiga Sertifikat Jaminan Keamanan dan Kenyamanan Kawasan

Tak hanya Water Blow, wajah Peninsula juga ikut diperbarui. Area panggung pementasan ditata ulang, termasuk arah pintu masuk yang kini menghadap langsung ke laut. Perubahan ini memberi kesan lebih terbuka, seolah mengajak pengunjung untuk langsung terhubung dengan bentang alam di hadapannya.

Di balik keindahan yang ditata, ada juga upaya menjaga alam. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) saat ini tengah membangun pelindung pesisir di antara Peninsula dan Pantai Nusa Dharma. Area ini dikenal sebagai salah satu titik dengan tingkat abrasi cukup tinggi, sehingga penanganan menjadi prioritas.

Meski banyak yang diperbarui, satu hal yang tetap dijaga adalah identitas Nusa Dua itu sendiri. Hamparan taman hijau, lanskap yang tertata rapi, serta sentuhan arsitektur Bali tidak akan dihilangkan. Justru, semua itu menjadi fondasi dalam setiap langkah pembenahan.

Baca Juga:   35° Degrees Bar & Resto Jimbaran Mantap Hadirkan Ayam Timbungan dan Mujair Nyat-nyat

Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, menegaskan bahwa pembaruan ini bukan sekadar mempercantik, tetapi juga strategi jangka panjang. “Fokus pengembangan saat ini ada di Peninsula, mulai dari pemasangan batu andesit hingga penataan akses jalan yang ditargetkan selesai Juni,” jelasnya.

Pengembangan juga menyentuh sisi fungsi dan kenyamanan. Penanganan abrasi dilakukan dengan peninggian kontur tanah di area terdampak, sementara fasilitas publik seperti parkir dan toilet ikut ditingkatkan agar memenuhi standar wisatawan internasional.

Pada akhirnya, perubahan ini bukan hanya soal tampilan. The Nusa Dua sedang menata ulang dirinya, menjadi destinasi yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga kuat, berkelanjutan, dan tetap punya cerita di setiap sudutnya. (BC5)