Kartini Masa Kini Hidup di Nuanu, Perempuan Jadi Penggerak Ekosistem Kreatif Bali

0
7
Kartini Nuanu
Ida Ayu Astari Prada, Kelsang Dolma, Auditya Sari, dan Silvia Maharani. (ist)

balibercerita.com –
Semangat Raden Ajeng Kartini kembali dihidupkan dengan cara yang berbeda di Nuanu Creative City. Dalam peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/4), kawasan kreatif ini menghadirkan narasi bertajuk “She Builds, She Leads, She Inspires”, yang menampilkan peran nyata perempuan dalam membangun dan memimpin ekosistem kreatif modern di Bali.

Tidak sekadar seremoni, Nuanu menghadirkan refleksi mendalam tentang bagaimana warisan Kartini diterjemahkan dalam konteks masa kini. Jika peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi simbol global kesetaraan gender, semangat Kartini dinilai memiliki akar yang lebih dekat dengan realitas Indonesia, tentang pendidikan, keberanian, dan kebangkitan suara perempuan.

Baca Juga:   Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Meningkat Setelah Nyepi

Di Nuanu, nilai-nilai tersebut hadir dalam praktik sehari-hari. Perempuan tidak hanya terlibat, tetapi menjadi penggerak utama, mulai dari ruang rapat, proyek konstruksi, studio seni, hingga program komunitas.

Director of Brand and Communications Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada menegaskan bahwa Kartini masa kini adalah perempuan yang berani menentukan narasinya sendiri. “Perempuan Bali hari ini tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memimpin bagaimana budaya itu berkembang dan direpresentasikan. Hari Kartini adalah tentang suara, identitas, dan peran dalam membentuk ekosistem kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Director of Public Relations & Special Art Projects, Kelsang Dolma melihat warisan Kartini sebagai keberanian untuk menciptakan ruang baru. Berbekal pengalaman lintas negara, ia terlibat dalam pengembangan platform seperti FOTO Bali Festival dan Art & Bali. “Perempuan tidak harus menunggu diundang ke dalam ruang, kita bisa membangun ruang itu sendiri. Di situlah saya melihat semangat Kartini hidup,” katanya.

Baca Juga:   Wayan Sugita Putra Dampingi Bupati Badung dalam Pelantikan Prajuru Desa Adat Tengkulung 2026–2031

Dari sisi pemberdayaan sosial, Head of Nuanu Social Funds, Auditya Sari menekankan pentingnya dampak komunitas. “Perubahan dimulai dari kesadaran dan empati. Ketika perempuan diberdayakan, komunitas ikut tumbuh. Itulah makna Kartini hari ini,” ungkapnya.

Perspektif lain datang dari Chief of Security, Silvia Maharani yang menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan hadir di semua lini, termasuk di lapangan. “Kartini hari ini juga ada di lapangan, memimpin tim, menjaga keamanan, memastikan semua berjalan baik. Kepemimpinan tidak punya satu bentuk,” tegasnya.

Baca Juga:   Februari, Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Naik 148 Persen

Sebagai kawasan kreatif seluas 44 hektare, Nuanu menghadirkan ekosistem yang mempertemukan budaya, inovasi, dan komunitas. Di dalamnya, perempuan berperan sebagai pemimpin, kreator, sekaligus agen perubahan yang membentuk arah masa depan.

Melalui narasi ini, Nuanu tidak hanya merayakan Hari Kartini, tetapi juga mengajak generasi perempuan muda untuk berani melangkah, mengambil peran, dan menciptakan ruangnya sendiri di tengah perubahan zaman. (BC5)