balibercerita.com –
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) meraih sembilan penghargaan pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025 untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU). Penghargaan tersebut diberikan atas capaian kinerja institusi, tata kelola, penguatan jejaring, serta komunikasi publik.
Pada Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2024, Undiksha menempati peringkat tiga nasional. Selain itu, Undiksha meraih peringkat pertama pada kategori Pengelolaan KIP Kuliah Terbaik Perguruan Tinggi Akademik. Capaian ini menegaskan komitmen perguruan tinggi ini dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa.
Di bidang tata kelola, Undiksha memperoleh bronze winner pada Anugerah Keprotokolan subkategori Manajemen Keprotokolan. Sementara, pada penguatan jejaring, Undiksha meraih gold winner untuk kategori Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Internasional Terbaik serta Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Industri Terbaik.
Penghargaan juga diraih pada bidang komunikasi publik, meliputi bronze winner kategori siaran pers, Silver Winner kategori media sosial, gold winner kategori laman, serta silver winner kategori Unit Layanan Terpadu. Capaian ini menunjukkan pengelolaan informasi publik yang dinilai efektif dan adaptif.
Seluruh penghargaan diterima Rektor Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., didampingi jajaran wakil rektor, pada acara penganugerahan yang digelar Jumat (19/12), di Jakarta. Rektor menyampaikan apresiasi kepada sivitas akademika atas kontribusi yang telah diberikan. Ia menyatakan, prestasi ini menjadi pijakan Undiksha untuk melangkah lebih jauh di masa depan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa anugerah tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada perguruan tinggi. Ia menegaskan, capaian bukan tujuan akhir, melainkan pengingat atas tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjawab tantangan bangsa.
Menteri Brian Yuliarto juga menyinggung bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara dan mengapresiasi perguruan tinggi yang terlibat aktif membantu masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi harus peka terhadap kondisi sosial. “Transformasi bangsa hanya akan terjadi ketika ilmu pengetahuan benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran perguruan tinggi tidak berhenti pada capaian akademik, melainkan harus menghadirkan dampak nyata. Menutup sambutannya, ia menegaskan, “Perguruan tinggi harus selalu kembali pada tujuan utamanya, yaitu menjaga kemanusiaan, memajukan kemanusiaan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (BC13)



















