Dorong Ekonomi Daerah dan UMKM, Sira Village Grand Outlet Resmi Dibuka di KEK Kura Kura Bali

0
6
Sira Village
Pembukaan Sira Village Grand Outlet Bali, Jumat (31/7). (ist)

balibercerita.com –
Destinasi premium outlet pertama dan terbesar di Bali, Sira Village Grand Outlet Bali, resmi dibuka pada Jumat (31/7). Berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, pusat perbelanjaan seluas 4,7 hektare ini menghadirkan konsep ritel modern yang memadukan belanja brand global berharga miring, pengalaman budaya, kuliner, serta kemudahan akses moda transportasi udara bagi wisatawan.

“Sira Village memberikan sesuatu yang belum pernah dimiliki pulau ini sebelumnya, sebuah destinasi di mana belanja, kuliner, dan budaya menyatu di satu tempat,” ujar Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali yang juga Presiden Komisaris PT BTID, Tantowi Yahya saat pembukaan.

Tantowi menjelaskan, perbedaan utama outlet mall ini dibanding pusat perbelanjaan biasa terletak pada penawaran harganya yang jauh lebih ramah di kantong. “Namanya outlet mall, barang yang ditawarkan harganya lebih terjangkau lewat respons diskon 15 sampai dengan 70 persen. Selain itu, ini juga menjadi rumah bagi produk-produk UMKM Bali yang tampil berdampingan dengan merek-merek internasional,” tambahnya.

Baca Juga:   Penglipuran: Desa yang Membuktikan Tradisi Tak Pernah Kalah oleh Zaman

Salah satu keunikan yang ditawarkan mulai bulan depan adalah layanan live flight information (informasi jadwal penerbangan langsung) serta fasilitas shuttle gratis menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Fasilitas ini memungkinkan wisatawan memantau status penerbangan sambil menikmati panorama sunset, berbelanja, atau bersantap sebelum bertolak dari Pulau Dewata.

Proyek bernilai investasi Rp1,5 triliun (sekitar USD85 juta) ini merupakan kolaborasi strategis antara Mitsubishi Estate Group dan PT Bali Turtle Island Development (BTID). Kehadiran outlet ini diproyeksikan menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja yang didominasi warga lokal dari desa sekitar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperpanjang masa tinggal (length of stay) wisatawan. Langkah ini sejalan dengan tren BPS yang mencatat konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional hingga awal 2026.

Pada fase soft opening ini, sebanyak 104 tenant dari target 130 unit usaha telah beroperasi. Kawasan ini membawa sejumlah gebrakan perdana, seperti toko buku Kinokuniya pertama di Bali, Sira Space (kurasi brand premium MAP), serta debut merek fesyen asal AS, Hazelwood, di Indonesia. Merek global lain seperti Coach, Kate Spade, BOSS, Adidas, Nike, hingga Puma turut hadir berdampingan dengan produk dan kuliner UMKM lokal tepercaya seperti Alun Alun Indonesia, Dekranasda, Uluwatu, dan Jenggala.

Baca Juga:   Targetkan 2.000 Peserta, Festival Jatiluwih VII Siap Manjakan Pelari dan Dongkrak UMKM Lokal

Dari segi arsitektur dan keberlanjutan, Sira Village mengusung konsep Desa Bhinneka (A Village for Diverse Communities) dengan mengadaptasi elemen bale dan natah. Kawasan ini dirancang hemat energi, memanfaatkan ventilasi alami, material daur ulang, serta pengelolaan sampah plastik menuju sertifikasi BCA Green Mark Gold. Mengusung kearifan lokal, setiap toko juga diwajibkan menyantumkan penulisan aksara Bali.

Secara luas, KEK Kura Kura Bali mencakup area 498 hektare yang dikembangkan berbasis filosofi Tri Hita Karana. Kawasan ini difokuskan pada enam pilar (6L): living, learning, leisure, lifestyle, landscape, dan longevity untuk mendukung pariwisata berkelanjutan dan industri kreatif. Kehadiran Sira Village juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui Sekretariat Dewan Nasional KEK. Kawasan ini dinilai makin memperkuat kontribusi KEK pariwisata terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

Baca Juga:   MICE Kembali Bangkit, Industri Pariwisata Bali Sumringah

“Kita punya 25 KEK di Indonesia dan KEK Kura Kura Bali ini adalah satu dari tujuh KEK pariwisata yang menjadi unggulan. Sampai saat ini seluruh KEK di Indonesia sudah mengumpulkan investasi sebanyak Rp353 triliun dan membuka 280 ribu lapangan kerja. Kami berharap KEK Kura Kura Bali bisa terus berkembang dalam penyerapan tenaga kerja dan produk UMKM,” ungkap Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang.

Rangkaian perayaan pembukaan turut dimeriahkan pertunjukan budaya Hanoman Obong, peragaan busana, Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD), Istand Bazaar, hingga penampilan musisi Balawan, Pongki Barata, dan Soulfood. Hingga 31 Agustus 2026, pengunjung dapat menikmati beragam penawaran khusus seperti program Top Spender, cashback, hingga fasilitas VAT refund bagi wisatawan mancanegara. (BC18)