Nelayan Medewi Diduga Terjatuh ke Laut, Tim SAR Gabungan Belum Temukan Korban di Hari Pertama

0
1
Nelayan Medewi
Perahu korban yang dibawa ke pesisir. (ist)

balibercerita.com –
Seorang nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut saat melaut seorang diri. Hingga operasi pencarian hari pertama berakhir, Sabtu (1/8), korban bernama Asmuri (43) belum berhasil ditemukan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian dari Polairud Polres Jembrana pada pukul 05.45 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat melaut menggunakan jukung seorang diri sejak Jumat (31/7) sekitar pukul 23.00 Wita.

Namun, beberapa jam kemudian seorang nelayan menemukan jukung korban dalam kondisi terombang-ambing tanpa awak sekitar 100 meter di selatan bibir Pantai Medewi. Korban diduga terjatuh ke laut saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Baca Juga:   Jalan Rusak Menuju Kampus Unud Jimbaran Ditambal, Dinas PUPR Badung Soroti Limpasan Air dan Truk Tangki

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung berkoordinasi dengan Polairud Polres Jembrana dan kelompok nelayan setempat untuk mengumpulkan informasi awal sekaligus menyusun strategi pencarian.

Sebanyak tujuh personel Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 06.05 Wita. Setelah briefing, tim mengerahkan satu unit rubber boat dari Pantai Yeh Sumbul untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi dugaan korban terjatuh. “Kami mengerahkan satu unit rubber boat dengan tiga personel yang mulai melakukan pencarian pada pukul 07.20 Wita,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Baca Juga:   Tujuh Provinsi Berstatus Siaga Potensi Cuaca Ekstrem

Tim menyisir perairan selama lebih dari dua jam, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Pencarian kemudian dilanjutkan melalui jalur darat dengan menyisir kawasan Pantai Yeh Sumbul ke arah barat sejauh sekitar dua kilometer. Tim juga meminta keterangan dari wisatawan dan warga sekitar yang berada di kawasan pantai, namun hingga penyisiran berakhir pada pukul 10.41 Wita, hasilnya masih nihil.

Memasuki siang hari, operasi kembali dilanjutkan pada pukul 14.20 Wita. Kali ini tim memadukan penyisiran darat dengan pemantauan udara menggunakan drone thermal di sekitar Pantai Yeh Sumbul. Meski area pencarian diperluas, upaya tersebut belum membuahkan hasil dan tim kembali ke titik awal sekitar pukul 15.25 Wita.

Baca Juga:   60 Mahasiswa Terpilih dari Bali, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Ikuti Indonesia Future Leaders Camp 2025 Regional V

Operasi SAR hari pertama melibatkan berbagai unsur, diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Medewi, Polres Jembrana, Polairud Polres Jembrana, Polsek Pekutatan, Brimob Kompi C Gilimanuk, Potensi SAR 115, Pos TNI AL Pengambengan, Ditpolair Polda Bali, BPBD Kabupaten Jembrana, PMI Kabupaten Jembrana, serta unsur terkait lainnya.

Sidakarya menegaskan, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran dan mengoptimalkan koordinasi bersama seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat pesisir di sekitar lokasi kejadian, dengan harapan korban dapat segera ditemukan. (BC5)