Mangupura, balibercerita.com –
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan suntikan semangat dan motivasi kepada Timnas U-23 Indonesia jelang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan klasifikasi Piala Asia U-23. Indonesia dijadwalkan akan menghadapi lawan tangguh seperti China, Jepang, dan Korea Selatan dalam pertandingan penting ke depan.
Erick menegaskan bahwa menghadapi negara-negara besar di dunia sepak bola bukan alasan untuk minder. Menurutnya, yang terpenting adalah semangat juang dan harga diri bangsa. “Kalau dua tahun lalu, siapa yang berani bicara Indonesia bisa ke Piala Dunia? Tapi sekarang, semangat itu mulai tumbuh,” ujarnya.
Ia mengaku sempat berbicara dengan Coach Nova dan tim U-17 melalui telepon. Ia meminta tanggapan jika Indonesia berkesempatan melawan Brasil. Jawaban para pemain membuatnya gembira karena optimisme yang ditunjukkan, yaitu berharap hasil seri. “Itu yang kita harus bangun di bangsa kita. Selalu kita punya optimisme, jangan kita selalu melihat bangsa yang lebih gede kita minder. Fight dulu, hasilnya apa, kita lihat bersama-sama,” ungkapnya
Mentalitas bertanding dan menolak sikap pesimistis menjadi hal yang penting, terutama dari para pelatih dan pemain nasional. Melawan Korea, Indonesia pernah kalah, pernah menang dan pernah seri. Hal itu tidak ada bedanya, sebab yang harus diberikan adalah permainan yang terbaik.
Terkait kualifikasi Piala Asia U-23, Erick menekankan pentingnya menjadi juara grup atau setidaknya termasuk dalam empat runner-up terbaik agar lolos ke putaran final. Apabila Indonesia tidak masuk empat runner-up terbaik, maka tidak lolos. Artinya, tidak ada ruang untuk pesimisme. Ia ingin seluruh pemain sepakbola Indonesia, pelatih sepak bola Indonesia harus mempunyai marwah harga diri bahwa bangsa kita besar.
“Saya tidak mau mendengar pendapat dari mereka atau pelatih tentang pesimisme, kalau begitu tidak usah ikut bermain. Saya ingin mendengarkan optimisme, memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Meskipun mengakui bahwa lawan-lawan di hadapan Garuda Muda bukanlah tim sembarangan. Namun Indonesia harus punya harga diri untuk bisa memberikan yang terbaik. Ia meyakini bahwa Indonesia mampu bersaing, jika memiliki semangat juang dan kepercayaan diri. Pernyataan ini seolah mengirim pesan kuat bahwa sepakbola Indonesia bukan hanya soal teknik dan strategi, tapi juga tentang mental dan kebanggaan nasional yang tak boleh luntur di hadapan lawan manapun. (BC5)


















