ITDC Perkuat Pedagang Pantai untuk Tingkatkan Pengalaman Wisata di The Nusa Dua

0
11
Nusa Dua
Pelatihan pedagang pantai di Nusa Dua. (ist)

balibercerita.com – 

Upaya meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan di kawasan The Nusa Dua tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fasilitas dan atraksi wisata, tetapi juga dengan memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal yang berinteraksi langsung dengan pengunjung. Hal tersebut diwujudkan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui pelatihan kewirausahaan bagi 63 anggota paguyuban pedagang pantai di kawasan The Nusa Dua yang digelar di Wantilan The Nusa Dua pada Jumat (17/7).

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika mengatakan, para pedagang pantai memiliki peran penting dalam membentuk kesan wisatawan selama berkunjung ke The Nusa Dua. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan destinasi pariwisata kelas dunia.

Menurutnya, The Nusa Dua tidak hanya dibangun sebagai kawasan pariwisata unggulan, tetapi juga sebagai destinasi yang tumbuh bersama masyarakat sekitar. Melalui pelatihan kewirausahaan tersebut, ITDC ingin mendorong para pedagang agar semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan pasar, serta mampu menghadirkan produk dan layanan yang berkualitas. “Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) ITDC yang berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha lokal sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan destinasi pariwisata berkelas dunia,” ujarnya.

Baca Juga:   Kuta Culture Weekend, Cara Asyik Menikmati Budaya Sambil Nonton Sunset di Pantai Kuta

Melalui program tersebut, para pedagang dibekali kemampuan untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan, membangun pola pikir bisnis yang adaptif, berinovasi dalam mengembangkan usaha, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wisatawan. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing dan pendapatan usaha, tetapi juga memperkuat peran masyarakat lokal dalam mendukung keberlanjutan pariwisata di kawasan The Nusa Dua.

Baca Juga:   Ini Dia Deretan Rute Baru yang Menghubungkan Bali dengan Dunia Tahun 2025

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai penguatan karakter wirausaha, pengelolaan usaha, strategi pemasaran, pelayanan prima (service excellence), hingga pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar pariwisata. Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas usaha dan nilai tambah produk maupun layanan yang ditawarkan kepada wisatawan.

Dwiatmika menjelaskan, program ini sejalan dengan semangat Customer Experience (CX100) Danantara yang menempatkan pengalaman wisatawan sebagai prioritas utama. Menurutnya, pengalaman terbaik pengunjung tidak hanya ditentukan oleh fasilitas kawasan, tetapi juga oleh interaksi yang terjalin dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal. “Karena itu peningkatan kapasitas pedagang menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan standar pelayanan yang konsisten, ramah, dan mampu memberikan kesan positif bagi setiap wisatawan yang berkunjung,” katanya.

Ke depan, ITDC berkomitmen untuk terus menghadirkan program pendampingan dan pengembangan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai bersama (creating shared value) yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat maupun kawasan The Nusa Dua.

Baca Juga:   Hasil Swab PCR Penumpang Singapore Airlines Langsung Diantar ke Hotel Bubble

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan dari Paguyuban Sekar Sari, Ni Wayan Adina Wati mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan membantu para pedagang meningkatkan kemampuan dalam melayani tamu dan memasarkan produk agar lebih menarik bagi wisatawan. 

“Pelatihan ini memberikan banyak manfaat bagi kami, terutama dalam meningkatkan kemampuan melayani tamu dan menawarkan produk agar lebih menarik bagi pengunjung. Kami berharap ITDC dapat terus menghadirkan program pembinaan, motivasi, serta melakukan monitoring secara berkala ke lapangan sehingga aspirasi dan kendala para pedagang dapat terus didengar,” ungkapnya. (BC5)