
balibercerita.com –
Upaya mewujudkan transportasi yang aman dan berkeselamatan di Bali terus diperkuat. PT Jasamarga Bali Tol (JBT) bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, PJR Tol Bali Mandara, dan Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa menggelar operasi gabungan sosialisasi dan penertiban kendaraan overdimension overloading (ODOL) di akses Benoa Jalan Tol Bali Mandara pada Rabu (22/7).
Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa 14 kendaraan angkutan barang. Hasilnya, sebanyak 11 kendaraan diberikan surat teguran karena ditemukan pelanggaran terkait dimensi, muatan, maupun kelengkapan administrasi kendaraan. Teguran tersebut diberikan sebagai langkah edukatif dan persuasif agar pengemudi maupun perusahaan angkutan lebih patuh terhadap regulasi keselamatan lalu lintas.
Kegiatan yang melibatkan sejumlah instansi itu tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga edukasi langsung kepada para pengemudi. Petugas memberikan pemahaman mengenai bahaya kendaraan yang melebihi batas muatan dan dimensi, serta pentingnya melengkapi perlengkapan keselamatan berkendara. Sebagai bentuk apresiasi, PT JBT juga membagikan souvenir dan rambu segitiga pengaman kepada para pengemudi.
Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang mengatakan, operasi gabungan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pemilik kendaraan dan pengemudi terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi upaya menjaga kualitas dan daya tahan infrastruktur Jalan Tol Bali Mandara dari kerusakan akibat beban kendaraan yang berlebihan.
“Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas sekaligus menekan pelanggaran kendaraan yang melebihi batas dimensi maupun muatan yang diperbolehkan. Kendaraan ODOL tidak hanya berisiko menimbulkan kecelakaan, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan infrastruktur jalan,” ujarnya.
Manager Operation and Maintenance PT JBT, I Putu Gandi Ginantra menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama mendukung program nasional menuju Zero ODOL. Menurutnya, kendaraan yang membawa muatan berlebih memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan karena dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan meningkatkan potensi kecelakaan.
“Kami berharap tercipta Zero ODOL, baik di jalan tol maupun jalan nasional. Upaya yang kami lakukan adalah meningkatkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan melalui edukasi dan pengawasan yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan, pelanggaran ODOL di Jalan Tol Bali Mandara sebenarnya tergolong rendah. Kendaraan yang terindikasi ODOL umumnya berasal dari golongan III hingga golongan V dengan persentase kurang dari satu persen dari total kendaraan yang melintas. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan berbagai langkah antisipatif melalui sosialisasi rutin dan operasi gabungan secara berkala.
Menurut Gandi, sosialisasi kepada pengemudi dilakukan dua hingga tiga kali setiap bulan di gerbang-gerbang tol, sedangkan operasi gabungan seperti yang dilaksanakan kali ini digelar setiap tiga hingga enam bulan sekali bekerja sama dengan Ditlantas Polda Bali dan PJR Tol Bali Mandara.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kendaraan memiliki batas beban maksimal sesuai spesifikasi teknis. Untuk kendaraan berat yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara, batas muatan yang diperbolehkan maksimal delapan ton. Muatan yang melebihi kapasitas tersebut dapat memengaruhi stabilitas kendaraan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Bali, AKBP I Gede Putra menegaskan bahwa operasi gabungan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan mewujudkan sistem transportasi yang lebih aman dan tertib. “Ini merupakan kegiatan kolaboratif untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas yang lebih baik, khususnya terkait kendaraan overloading dan overdimension. Tidak hanya penertiban, kami juga memberikan edukasi agar para pengemudi dan pelaku usaha transportasi memahami serta mematuhi aturan yang berlaku,” ujarnya.
Menurutnya, pelanggaran ODOL memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan. Karena itu, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik guna meningkatkan kepatuhan dan kesadaran seluruh pihak. “Dengan kepatuhan terhadap aturan dimensi dan muatan kendaraan, kita berharap tercipta lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan di Bali,” tegasnya. (BC5)


















