Hingga Pukul 15.30 Wita, 42 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

0
8
Erupsi Gunung Anak Krakatau
Penumpang saat memantau informasi trafik pesawat di Bandara Ngurah Rai. (ist)

balibercerita.com –
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan di Bali terus berkembang. Hingga Minggu (6/9) pukul 15.30 Wita, sebanyak 42 penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami pembatalan maupun penyesuaian jadwal.

Meski sejumlah penerbangan terdampak, operasional dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Ngurah Rai secara umum masih berjalan normal dan optimal. Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi mengatakan, pembatalan dan penyesuaian penerbangan dilakukan seiring peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap kondisi ruang udara.

Baca Juga:   Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, BBPOM Intensifkan Pengawasan Pangan

Dari 42 penerbangan terdampak, pembatalan paling banyak terjadi pada rute Bali-Jakarta. Untuk penerbangan kedatangan, sebanyak tujuh penerbangan rute Soekarno-Hatta (CGK)-Ngurah Rai (DPS) dibatalkan. Sementara dari sisi keberangkatan, sebanyak 30 penerbangan rute Ngurah Rai-Soekarno-Hatta dibatalkan dan satu penerbangan mengalami keterlambatan.

Selain itu, dua penerbangan rute Ngurah Rai-Halim Perdanakusuma (HLP) dan dua penerbangan rute Ngurah Rai-Husein Sastranegara (BDO) Bandung juga dibatalkan. Situasi ini menjadi bagian dari dampak meluasnya erupsi Gunung Anak Krakatau.

BMKG sebelumnya melaporkan pemantauan intensif terhadap sebaran abu vulkanik karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Berdasarkan analisis satelit, sebaran abu terpantau pada beberapa ketinggian dan bergerak ke sejumlah wilayah.

Baca Juga:   DPRD Badung Tegaskan Pemkab Tak Lalai Tangani Sampah Kiriman

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memperbarui jadwal penerbangan serta menangani calon penumpang yang telah berada di terminal. Koordinasi juga dilakukan dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. “Bagi penumpang yang penerbangannya terdampak dan sudah berada di terminal, kami menyiapkan layanan service recovery berupa makanan ringan dan minuman,” terangnya.

Baca Juga:   Pentingnya Sistem Komunikasi dalam Mendukung Keberhasilan Operasi SAR

Manajemen Bandara Ngurah Rai mengimbau calon penumpang untuk tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan status penerbangannya. Penumpang diminta melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai masing-masing karena jadwal penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi ruang udara. “Informasi kebandarudaraan juga dapat diperoleh melalui Contact Center InJourney Airports di nomor 172,” imbuhnya.

Dengan kondisi yang masih dinamis, calon penumpang diimbau menjadikan informasi resmi maskapai, bandara, BMKG, dan otoritas penerbangan sebagai rujukan utama. (BC5)