Beranda Umum Pentingnya Sistem Komunikasi dalam Mendukung Keberhasilan Operasi SAR

Pentingnya Sistem Komunikasi dalam Mendukung Keberhasilan Operasi SAR

0
SAR
Pemeriksaan sarana-prasarana di Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Sistem komunikasi memiliki penting dalam mendukung keberhasilan operasi SAR. Melalui pemetaan sinyal marabahaya, upaya memberikan pertolongan akan menjadi efektif dan maksimal. Hal ini diungkapkan Deputi Sarpras dan Siskom Basarnas, Marsekal Muda TNI Widyargo Ikoputra saat membuka workshop sistem komunikasi pada Rabu (7/5), di Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Jimbaran.

Marsekal Muda TNI Widyargo Ikoputra mengungkapkan pentingnya sistem komunikasi dalam mendukung keberhasilan operasi SAR. “Metode pemetaan sinyal marabahaya bisa mengefektifkan dan mengefisienkan proses penanganannya dan mempercepat respon time,” terangnya didampingi Direktur Sistem Komunikasi, Brigadir Jenderal TNI Tofik Tofana dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Baca Juga:   KTT G20 Diharapkan Berdampak Luas Bagi Ekonomi Masyarakat Bali

Dalam workshop, Direktorat Sarana Prasarana dan Sistem Komunikasi (Sarpras-Siskom) Basarnas memberikan penguatan terkait teknologi komunikasi, khususnya penanganan sinyal marabahaya COSPAS SARSAT, pengoperasian direction finder, serta peralatan komunikasi satelit. Hal ini diyakini akan berdampak pada meningkatnya kemampuan individu dan mematangkan kesiapan merespon laporan keadaan darurat yang memerlukan bantuan Basarnas.

Baca Juga:   Hari Pelanggan Nasional, GWK Bagikan Tiga Ribu Selendang dan Diskon Pengunjung

Seluruh peserta menerima materi prihal petunjuk teknis pengoperasian radio pencari arah, penanganan sinyal mara bahaya COSPAS SARSAT, pengoperasian peralatan komunikasi satelit, penjelasan sistem distress alert, pemetaan sinyal mara bahaya dan peralatan komunikasi satelit.

Baca Juga:   Berikan Pengarahan di RSD Mangusada,Bupati Adi Arnawa Sebut Akan Terapkan Reward dan Punishment

Acara yang berlangsung selama 2 hari ini diikuti 16 orang dari perwakilan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Mataram, Makassar, Ambon, Palu, Maumere, Surabaya dan Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa. Ia berharap para peserta yang sudah menerima ilmu tentang sistem komunikasi bisa mempresentasikannya kepada seluruh personel yang ada di lingkungan kerjanya masing-masing. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini