Bali Villa Connect 2026 Siap Dorong Standarisasi Global Industri Vila Indonesia

0
6
Bali Villa Connect
Bali Villa Connect 2026. (ist)

balibercerita.com –
Industri vila di Bali kembali mendapat dorongan besar menuju panggung global melalui gelaran Bali Villa Connect (BVC) 2026. Program tahunan yang diinisiasi oleh Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA) ini hadir sebagai ruang kolaborasi strategis lintas sektor pariwisata.

Digelar pada 26–27 Mei 2026 mendatang di Bali Sunset Road Convention Center Denpasar, ajang ini akan mempertemukan pemilik vila, pengelola properti, investor, hingga pelaku industri pendukung dalam satu forum terpadu. Tidak sekadar pameran, BVC 2026 dirancang sebagai pusat diskusi tren pasar, inovasi layanan, serta strategi pengelolaan vila yang berkelanjutan.

Baca Juga:   The Nusa Dua Festival 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan Harmoni Budaya dan Kreativitas Masyarakat

Ketua BVRMA, Kadek Adnyana menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan industri vila, khususnya di Bali, harus diiringi dengan peningkatan kualitas yang menyeluruh. “Industri vila memiliki potensi besar sebagai tulang punggung pariwisata berkualitas. Namun tanpa standarisasi dan tata kelola yang baik, pertumbuhan ini berisiko tidak berkelanjutan,” ujarnya.

Mengusung tema “Elevating Indonesia’s Villas Industry to Global Standards”, BVC 2026 mendorong transformasi industri vila dari model konvensional menuju sistem yang lebih profesional, berbasis data, dan berorientasi pada kualitas layanan. Aspek yang disorot meliputi kepatuhan regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, standar operasional, hingga pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Baca Juga:   Manggung di The Forum Bali, Zian X Zigaz Mengaku Terkesan

Ketua panitia, Agung Juliarta mengungkapkan bahwa acara ini menargetkan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai sektor, mulai dari villa management, operator vila, agen perjalanan, hingga penyedia teknologi properti. “BVC 2026 juga akan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang strategis, termasuk akademisi, pemerintah, praktisi industri, hingga pegiat lingkungan,” jelasnya.

Selain forum diskusi, kegiatan ini turut menghadirkan area pameran yang melibatkan sponsor dan pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi inklusif. Dukungan terhadap acara ini juga datang dari pemerintah daerah hingga Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Rencananya, acara ini akan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, menandai komitmen pemerintah dalam mendorong kualitas pariwisata berbasis akomodasi privat.

Baca Juga:   Air Terjun Goa Gong di Sulangai Kini Resmi Menjadi DTW 

Melalui Bali Villa Connect 2026, BVRMA mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun industri vila yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat. “Ke depan, pariwisata Bali dan Indonesia harus bertumpu pada kualitas, bukan sekadar kuantitas. Industri vila bisa menjadi contoh bagaimana pariwisata memberi manfaat nyata hingga ke tingkat akar rumput,” kata Adnyana. (BC5)