balibercerita.com –
Masyarakat di media sosial belakangan ini menyoroti pemasangan pagar seng serta penjagaan di lahan dekat akses menuju Pantai Balangan. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan rencana pengerjaan proyek, terlihat dari adanya tulisan “coming soon” dan nama pengembang di lokasi. Selama ini, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu objek foto ikonik sehingga ramai dikunjungi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan tersebut merupakan milik pribadi, dan penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan seperti yang sempat terjadi sebelumnya. Kendati demikian, masyarakat masih diperbolehkan menuju area atas tebing dengan berjalan kaki, selama mengikuti aturan yang diberlakukan oleh pengelola lahan setempat.
Kepala Lingkungan Cengiling, I Nyoman Sudita menjelaskan bahwa area tebing yang sempat viral tersebut bukan merupakan aset desa adat maupun pemerintah, melainkan lahan milik pribadi. Ia juga menegaskan bahwa akses jalan menuju pantai tetap tersedia dan tidak ditutup.
Penutupan sebagian area dilakukan oleh pemilik lahan sebagai langkah antisipasi setelah sejumlah kejadian yang dinilai membahayakan terjadi di lokasi tersebut. Salah satunya aksi wisatawan mancanegara yang sempat viral karena melakukan tindakan ekstrem di tepi tebing, termasuk mengikat sepeda motor hingga terbang.
“Iya, itu juga karena wisatawan asing yang sempat berulah di sana. Sempat viral video motor diikat lalu diterbangkan di tebing Balangan. Setelah kejadian itu, langsung dibuatkan pintu agar hal serupa tidak terulang,” terang Sudita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak lingkungan bersama Trantib Kecamatan Kuta Selatan turun langsung ke lokasi pada Senin (13/4) sekitar pukul 10.00 Wita untuk melakukan koordinasi dengan penjaga lahan. Hasilnya, masyarakat lokal kini kembali diperbolehkan mengakses area tersebut untuk kepentingan tertentu.
“Warga lokal yang ingin memancing sudah diizinkan. Wisatawan juga masih boleh masuk, termasuk untuk foto-foto atau prewedding, asalkan tujuannya jelas dan melapor kepada petugas di lokasi,” kata Sudita.
Meski demikian, kendaraan bermotor tidak diperkenankan masuk secara bebas ke area tebing. Akses hanya dibuka untuk kegiatan yang dinilai jelas dan tidak membahayakan, sehingga pengunjung diwajibkan berjalan kaki.
Di sisi lain, pengelolaan kawasan Pantai Balangan bagian bawah, termasuk akses tangga menuju pantai, hingga kini masih dilakukan oleh masyarakat pesisir setempat yang mayoritas merupakan warga Pecatu. Sementara itu, area tebing yang berada di wilayah Lingkungan Cengiling secara administratif masuk Jimbaran dan berdiri di atas lahan bersertifikat hak milik (SHM).
“Karena lahan tersebut merupakan milik pribadi dan memiliki SHM, pihak desa tidak berani memanfaatkan area tersebut. Itu sepenuhnya menjadi hak pemilik,” tegasnya.
Ia menambahkan, kawasan Cengiling merupakan wilayah majemuk yang dihuni oleh warga dari beberapa desa adat seperti Pecatu, Ungasan, Kutuh, dan Jimbaran, sehingga pengelolaan wilayah kerap melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kuta Selatan, Kadek Alit Juwita membenarkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi bersama aparat lingkungan untuk melakukan pengecekan dan koordinasi. “Kami sudah ke lokasi dan berkomunikasi dengan petugas keamanan. Memang benar akses masuk ke tebing sempat ditutup karena itu merupakan lahan milik pribadi,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai respons atas aksi berbahaya yang sempat viral. Meski demikian, akses tidak ditutup sepenuhnya, melainkan dikontrol. “Kalau masyarakat mau memancing masih bisa. Wisatawan juga boleh foto-foto, tetapi tidak diperkenankan parkir di depan akses masuk, sehingga harus berjalan kaki,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap pengunjung wajib menyampaikan tujuan kunjungan kepada petugas sebagai bentuk pengawasan, guna mencegah terulangnya aktivitas berisiko. “Iya, bukan ditutup total, tapi lebih dikontrol. Selama tujuannya jelas, masih bisa diizinkan,” tegasnya. (BC5)














