DPR RI Sebut The Nusa Dua Layak Jadi Contoh Nasional Pariwisata Berkelanjutan

0
24
Kunjungan lapangan Komisi VII DPR RI ke kawasan Lagoon Nusa Dua. (ist)

balibercerita.com –
Komisi VII DPR RI menyoroti keberhasilan The Nusa Dua dalam menerapkan sistem pengelolaan lingkungan berbasis environmental, social, and governance (ESG) yang dinilai layak menjadi model nasional pengembangan destinasi wisata berkelanjutan. Hal itu terungkap saat rombongan Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kawasan The Nusa Dua pada Selasa (5/5).

Kala itu, Komisi VII meninjau langsung implementasi pengelolaan sampah terpadu, pengolahan air, hingga sistem utilitas hijau yang dikembangkan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC)⁠ melalui anak usahanya, ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU)⁠.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty mengatakan, sistem integrated waste management dan pengolahan air berbasis sirkular yang diterapkan ITDC menjadi solusi strategis bagi destinasi pariwisata Indonesia, terutama wilayah kepulauan dan wisata bahari.

“Model integrated waste management dan pengolahan air berbasis sirkular yang dikembangkan ITDC menjadi solusi strategis bagi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya wilayah kepulauan dan wisata bahari, melalui pengelolaan sampah terintegrasi, daur ulang air limbah, serta pemanfaatan teknologi desalinasi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan air bersih jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga:   Pulau Peninsula Dilengkapi Stage Pertunjukan Seni dan Budaya

Sementara itu, Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar menegaskan, pengembangan kawasan wisata masa depan harus ditopang oleh infrastruktur hijau dan sistem utilitas yang berkelanjutan. “The Nusa Dua merupakan bukti nyata keberhasilan pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan melalui sistem utilitas dan pengelolaan limbah yang modern, terintegrasi, dan berbasis sirkular,” katanya.

Sebagai destinasi pariwisata terintegrasi pertama di Indonesia yang dikembangkan sejak 1973, The Nusa Dua kini berkembang menjadi benchmark nasional pengembangan kawasan wisata berkelanjutan. Kawasan seluas 350 hektare itu menaungi lebih dari 20 hotel internasional dengan sekitar 5.000 kamar, menyerap sekitar 21 ribu tenaga kerja, dan melayani sekitar 3,8 juta kunjungan wisatawan setiap tahun.

Baca Juga:   Airport Tersibuk Kedua di Indonesia, Bandara Ngurah Rai Lakukan Overlay Runway

Dalam pengelolaannya, ITDC NU mengembangkan berbagai utilitas strategis mulai dari pengolahan air bersih melalui teknologi seawater reverse osmosis (SWRO), reclaim water, pengolahan air limbah, hingga distribusi liquefied natural gas (LNG). Di sisi lain, sistem pengelolaan sampah terpadu kawasan mampu menangani sekitar 32,3 ton sampah per hari. Sebanyak 70,5 persen di antaranya merupakan sampah organik yang diolah menjadi kompos untuk kebutuhan landscape kawasan.

Secara keseluruhan, sekitar 95 persen sampah kawasan berhasil dikelola secara sistematis melalui pendekatan circular economy. Sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali menjadi material bernilai ekonomi.

Tak hanya itu, kawasan The Nusa Dua juga menerapkan Integrated Lagoon & Utilities System yang mencakup pengolahan air limbah, pengolahan air bersih, fasilitas komposting, hingga distribusi gas terintegrasi. Implementasi circular water system disebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40 persen, di mana seluruh kebutuhan irigasi kawasan berasal dari air daur ulang hasil pengolahan limbah.

Baca Juga:   BLiP Bersama Pelaku Bisnis di Canggu Gelar Beach Clean Up di Pantai Batu Bolong

Sementara dari sisi energi, penggunaan LNG sebagai substitusi LPG membantu menekan emisi karbon sebesar 12 persen. Bahkan sekitar 25 persen kebutuhan listrik utilitas kawasan ditargetkan berasal dari energi terbarukan dengan total reduksi emisi mencapai sekitar 984 ton CO₂ per tahun.

Melalui penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, efisiensi energi, dan optimalisasi sumber daya air, ITDC terus memperkuat positioning The Nusa Dua sebagai kawasan wisata hijau berbasis green infrastructure, smart utilities, dan circular system.

ITDC berharap kunjungan Komisi VII DPR RI dapat memperkuat dukungan pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan di Indonesia sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, dan daya saing pariwisata nasional di tingkat global. (BC5)