balibercerita.com –
Penataan kawasan Jalan Pantai Kuta tidak hanya difokuskan pada peningkatan kenyamanan dan estetika pedestrian, tetapi juga menyasar penataan utilitas kawasan. Kabel-kabel yang selama ini terlihat semrawut dan mengganggu keindahan visual akan dipindahkan ke jaringan utilitas terpadu melalui box culvert yang dibangun di bawah pedestrian.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, Putu Teddy Widnyana Putra menjelaskan, penataan pedestrian di Jalan Pantai Kuta dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan dan ketersediaan anggaran. Total panjang pedestrian yang akan ditata di sisi timur jalan mencapai lebih dari 1 kilometer, mulai dari depan Hard Rock Hotel hingga Pullman Hotel.
Pada tahap awal tahun 2026, pekerjaan difokuskan dari kawasan eks Hotel Bali Anggrek hingga depan Hard Rock Hotel dengan pagu anggaran sebesar Rp25 miliar. Sementara, pengerjaan lanjutan menuju Pullman Hotel direncanakan pada tahun 2027.
“Penataan sudah dimulai sekitar tiga minggu lalu setelah kontrak berjalan. Pekerjaan bergerak dari utara ke selatan dengan target selesai pada Desember 2026,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (7/7).
Mengacu arahan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat melakukan peninjauan pada Sabtu (4/7), sejumlah penyesuaian desain telah dilakukan. Salah satunya pelebaran pedestrian yang semula dirancang selebar 2,5 meter menjadi 3,5 meter. Penyesuaian dilakukan dengan mengatur kembali tata letak taman sehingga ruang bagi pejalan kaki menjadi lebih luas dan nyaman.
Selain mempercantik pedestrian, penataan ini juga diarahkan untuk mewujudkan wajah Kuta yang lebih rapi dan tertata. Karena itu, pelebaran pedestrian dibarengi pembangunan saluran utilitas menggunakan box culvert guna menampung kabel PLN maupun jaringan provider telekomunikasi yang saat ini masih berada di atas permukaan.
“Di bawah pedestrian saat ini hanya ada saluran drainase. Ke depan akan ditambah saluran utilitas agar kabel-kabel bisa diturunkan ke bawah tanah. Salurannya dibuat terpisah, sehingga terdapat dua box culvert di bawah pedestrian,” jelasnya.
Secara konsep, pedestrian Jalan Pantai Kuta akan ditata lebih estetik. Setelah badan jalan akan terdapat area taman, kemudian pedestrian, disusul deretan pohon perindang yang ditata lebih ke dalam. Area pedestrian lama akan dialihfungsikan menjadi taman, sementara pelebaran dilakukan ke arah dalam kawasan. Fasilitas pendukung seperti bangku besi dan lampu penerangan jalan berornamen ukiran Bali juga akan melengkapi kawasan tersebut.
Pekerjaan konstruksi sebagian besar dilakukan pada malam hari guna meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas dan aktivitas pariwisata. Menurut Teddy, para pelaku usaha yang lahannya terdampak pelebaran pada prinsipnya mendukung program tersebut karena bertujuan meningkatkan kualitas kawasan wisata Kuta. Sosialisasi dan komunikasi juga telah dilakukan secara intensif.
“Dalam pelaksanaannya tentu ada tantangan di lapangan. Namun semuanya terus kami komunikasikan demi kepentingan bersama. Pada prinsipnya pelaku usaha dan masyarakat mendukung program beautifikasi ini agar kawasan tidak terkesan kumuh. Jika ada gangguan sementara seperti kebisingan saat pengerjaan, kami harap dapat dimaklumi dan akan kami atur sebaik mungkin,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Badung juga berencana melakukan penataan di sisi barat Jalan Pantai Kuta. Konsepnya akan diselaraskan dengan penataan sisi timur sehingga membentuk satu kesatuan kawasan yang tertata dan harmonis. Rencana tersebut juga mencakup pelebaran jalan dengan menghapus parkir di badan jalan. Sebagai gantinya, kantong parkir akan dipusatkan di lahan eks Bali Anggrek yang direncanakan dibeli pemerintah.
Penataan sisi barat juga akan disesuaikan dengan rencana penataan kawasan pantai dan penataan pedagang. “Kemungkinan penataan sisi barat dilakukan pada 2028. Saat ini masih dikaji kebutuhan ruangnya seiring penataan area pantai dan pedagang. Yang jelas, Pak Bupati berkomitmen menata wajah Kuta secara bertahap, dimulai dari sisi timur jalan,” pungkasnya. (BC5)



















