Mangupura, balibercerita.com –
Bangunan Pasar Seni Kuta I kini tampak megah pascadibangun ulang oleh Pemkab Badung. Kios-kios tradisional yang berjejer layaknya toko di area tersebut, kini berganti menjadi los dengan bangunan modern yang terbagi menjadi 3 lantai. Serah terima hibah bantuan bangunan tersebut telah dilaksanakan oleh Pemkab Badung kepada Desa Adat Kuta pada 16 September 2023.
Menariknya, kendati kini lebih modern dan tertata rapi dan bersih, namun masih sedikit wisatawan yang berkunjung ke tempat itu. Bangunan megah Pasar Seni Kuta I itu seolah membuat kaget wisatawan, yang membuat mereka cenderung berpikir ulang untuk berbelanja. Diperkirakan, hal ini terjadi karena wisatawan mengira harga barang dagangan di sana sekarang cenderung lebih mahal, padahal harga yang tawarkan masih sama seperti dulu.
Kondisi itu membuat para pedagang merasa kewalahan dalam menjaring wisatawan. Padahal sebelum ditata, para pedagang justru lebih banyak mendapatkan rejeki dari wisatawan. Tidak heran jika saat ini para pedagang berteriak-teriak dari lantai 2 untuk mengajak wisatawan berkunjung dan melihat-lihat tokonya. Para wisatawan justru lebih tertarik melihat dagangan di depan Pasar Seni Kuta I yang notabene terkesan tradisional.
Sepinya pengunjung membuat sejumlah pedagang masih jarang beroperasi penuh. Mereka lebih memilih menitipkan barang dagangan kepada kerabat yang berjualan di Pantai Kuta. Sebab di sana dirasa lebih memiliki peruntungan, dibandingkan mereka tidak menentu mendapatkan pembeli di lokasi saat ini. Para pedagang ada pula yang memajang sejumlah barang di depan toko lainnya yang masih tutup. Mereka berharap hal itu dapat menarik minat tamu untuk datang.
Kunjungan wisatawan cenderung lebih banyak berwara-wiri di lantai 1. Semakin tinggi lantai bangunan, ternyata semakin jarang wisatawan yang melihat. Kondisi itu ditambah dengan ketiadaan lift, sehingga wisatawan enggan naik ke lantai atas.
Menyikapi hal itu, Desa Adat Kuta bersama manajemen akan menggenjot promosi agar keberadaan pasar ini semakin dikenal wisatawan. Sejauh ini, Desa Adat Kuta telah melakukan promosi ke Jakarta atas undangan Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Di sana mereka telah meminta para travel agent untuk mendatangkan wisatawan ke Pasar Seni Kuta I. Namun, mereka masih terkendala karena akses parkir kendaraan besar belum bisa masuk ke Kuta. Desa adat juga meminta agar Pemkab Badung membangun sebuah lift, untuk mempermudah wisatawan naik ke lantai 3.
Kondisi itu sudah menjadi perhatian dari Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Ke depan, bangunan Pasar Seni Kuta I akan diisi dengan lift, termasuk menyediakan lahan parkir kendaraan besar di luar pasar seni. Mereka nantinya akan diantar ke pasar seni dengan menggunakan kendaraan shuttle. Untuk menggenjot kunjungan, para tamu hotel dan stakeholder lainnya juga akan diminta untuk mempromosikan agar wisatawan dapat berkunjung ke Pasar Seni Kuta I. (BC5)

















