balibercerita.com –
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar meninjau langsung layanan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Denpasar, Jalan Hayam Wuruk, Rabu (8/7). Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Cak Imin itu memastikan pelayanan berjalan optimal sekaligus menyapa masyarakat yang sedang mengurus kepesertaan maupun klaim BPJS Ketenagakerjaan.
Suasana hangat terlihat saat Cak Imin berinteraksi dengan warga. Ia bahkan menyerahkan bingkisan kepada sejumlah peserta yang tengah mengakses layanan. Dari hasil peninjauannya, Cak Imin menilai kualitas pelayanan di BPJS Ketenagakerjaan Denpasar telah berjalan sangat baik. “Pelayanannya saya lihat sangat bagus. Sudah ada standar yang baik, baik menggunakan teknologi informasi maupun standar pelayanan dengan kualitas yang prima,” katanya.
Cak Imin menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan benar-benar dirasakan para pekerja. Ia mengaku telah mengecek langsung proses pelayanan, mulai dari fasilitas kesehatan, administrasi, hingga mekanisme klaim. “Saya memastikan bahwa pelayanan berjalan lancar dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini nyata bagi para pekerja. Saya bersyukur bisa mengecek langsung ke rumah sakit, bisa mengecek secara administrasi, dan melihat prosedur klaim, terutama jaminan kematian (JKM) maupun jaminan hari tua (JHT),” ujarnya.
Terkait JHT, Cak Imin mengimbau para pekerja yang berpindah tempat kerja agar tidak terburu-buru mencairkan dana tersebut. JHT sebaiknya dipertahankan agar manfaat jangka panjang tetap terjaga saat memasuki masa pensiun atau tidak lagi bekerja. Meski demikian, ia menegaskan pencairan JHT tetap merupakan hak peserta. Yang terpenting, menurutnya, adalah membangun kesadaran masyarakat untuk menjadi bagian dari program BPJS Ketenagakerjaan.
Cak Imin juga menekankan pentingnya menjaga tata kelola dan kesehatan keuangan BPJS Ketenagakerjaan agar mampu memberikan perlindungan yang berkelanjutan kepada para pekerja Indonesia. “Secara administrasi harus terus kita jaga perbaikan manajemennya. Kita juga jaga pelayanan kepada seluruh peserta agar lebih maksimal, sekaligus menjaga kesehatan keuangan yang terjaga. Mari kita bersama-sama menjaga BPJS Ketenagakerjaan ini agar keuangan yang besar ini tetap berkualitas dan aman, sehingga para pekerja dapat menikmati perlindungan dari program jaminan sosial yang memang kita sediakan,” tegasnya.
Menurut Cak Imin, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial kepada pekerja. Karena itu, pemerintah juga terus mendorong perluasan kepesertaan bagi pekerja sektor informal yang jumlahnya masih sangat besar.
“Kepada para pekerja informal untuk terus diperhatikan oleh pemerintah daerah. Juga akan kita upayakan berbagai cara agar para pekerja informal memiliki kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan. Ini bukti bahwa negara terus menjadi bagian agar seluruh pekerja kita mendapatkan perlindungan jaminan sosial,” ujarnya.
Ia juga mengimbau, sebelum negara mampu menjangkau seluruh pekerja informal secara penuh, kelompok pekerja tersebut juga perlu membangun kemandirian agar keamanan dan kesehatannya tetap terjaga.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan inovasi untuk mempermudah akses layanan bagi peserta. Selain melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), BPJS Ketenagakerjaan juga segera meluncurkan layanan baru berupa Claim Center. “Inovasi layanan kami selain di JMO, ada juga claim center yang akan di-launching minggu depan. Klaim dilakukan secara online dan peserta hanya perlu mengikuti proses wawancara,” jelasnya.
Selain kemudahan layanan klaim, BPJS Ketenagakerjaan juga terus memperluas manfaat layanan tambahan bagi peserta, khususnya di sektor perumahan. Program tersebut mencakup fasilitas renovasi rumah, bantuan uang muka atau DP rumah, hingga dukungan bagi pengusaha dan pengembang perumahan.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya menyambut baik kunjungan Menko PM ke Kantor Cabang Bali Denpasar. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam memastikan pekerja memperoleh layanan jaminan sosial ketenagakerjaan yang optimal.
“Sejalan dengan salah satu fokus utama BPJS Ketenagakerjaan, yaitu care, kami terus memperkuat kualitas layanan untuk mewujudkan seamless protection, sehingga peserta dapat mengakses layanan dan memperoleh manfaat secara mudah, cepat, serta berkesinambungan,” ujar Trisna.
Ia menjelaskan, penguatan layanan dilakukan melalui berbagai inovasi digital, termasuk aplikasi JMO dan fitur antrean online yang memberikan kepastian waktu pelayanan bagi peserta yang datang ke kantor cabang.
“Inovasi ini memberikan kepastian waktu pelayanan, menciptakan suasana kantor cabang yang lebih kondusif, serta meningkatkan kenyamanan peserta,” jelasnya.
Selain layanan digital, BPJS Ketenagakerjaan juga terus memperluas akses layanan secara langsung. Saat ini BPJS Ketenagakerjaan hadir melalui 318 kantor cabang, 599 unit layanan, serta bekerja sama dengan lebih dari 5.000 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) di seluruh Indonesia. Jaringan layanan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan peserta mendapatkan akses yang semakin dekat dan mudah, terutama saat mengalami risiko kecelakaan kerja dan membutuhkan pelayanan medis.
Secara nasional, sepanjang Januari hingga Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat kepada 1,7 juta peserta dengan total nilai mencapai Rp25,4 triliun. Realisasi tersebut menunjukkan besarnya peran program jaminan sosial ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan nyata kepada pekerja dan keluarganya saat menghadapi berbagai risiko.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta, serta memastikan setiap pekerja dapat merasakan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan secara nyata,” tutup Trisna. (BC5)



















