balibercerita.com –
Mengunjungi Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park kini tak lagi sekadar melihat kemegahan patung dari kejauhan. Pengelola menghadirkan pengalaman baru berbasis digital yang membawa pengunjung masuk lebih dalam, secara harfiah dan emosional ke dalam kisah pembangunan ikon budaya Bali tersebut.
Selama kurang lebih 45 menit, pengunjung diajak menjelajah ruang demi ruang di dalam patung GWK dengan konsep atraktif, interaktif, dan intim. Berbeda dari pengalaman konvensional yang hanya melihat dan membaca, kini setiap sudut dirancang menghadirkan pengalaman multisensori, visual, suara, hingga sentuhan.
Perjalanan dimulai dari lantai 9, di mana pengunjung disuguhi cerita awal pembangunan patung. Di sini, narasi disampaikan melalui instalasi visual dan layar interaktif yang dapat disentuh. Setiap sentuhan menghadirkan suara dan informasi, mulai dari proses pemetaan lahan, struktur konstruksi, hingga material yang digunakan seperti batu dan tembaga.
Pengunjung juga diajak memahami detail artistik patung, mulai dari sketsa tokoh, mosaik emas, hingga makna di balik senjata yang dipegang. Suasana semakin terasa nyata dengan gambaran ruang kerja para pembuat patung, lengkap dengan alat-alat yang digunakan. Di akhir sesi, terpampang foto-foto para pekerja yang terlibat, disertai papan tanda tangan sebagai bentuk penghormatan atas karya kolosal tersebut.
Pengalaman berlanjut ke lantai 23, di ketinggian sekitar 88 meter. Di titik ini, sensasi berubah menjadi lebih menantang sekaligus memukau. Pengunjung dapat menikmati panorama Pulau Bali dari sembilan titik teropong, serta berdiri di atas lantai kaca yang memungkinkan melihat langsung struktur patung di bawah kaki.
Lantai kaca berbahan tempered glass tersebut dirancang kuat dan aman, namun tetap menghadirkan sensasi mendebarkan. Dari sini, detail konstruksi patung terlihat jelas, memberikan perspektif yang jarang didapatkan di tempat lain.
Tak hanya itu, lantai ini juga menyajikan sisi filosofis dari pembangunan GWK, termasuk nilai pelestarian budaya Bali yang menjadi dasar utama kawasan ini. Tersedia pula spot foto di atas lantai kaca yang menjadi favorit pengunjung, menghadirkan momen berkesan dari ketinggian.
Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda dari destinasi wisata lainnya yang lebih dari sekadar kunjungan. Ini adalah pengalaman yang menyentuh, mengedukasi, sekaligus meninggalkan memori bagi setiap pengunjung.
Sebagai taman budaya, GWK terus mengembangkan konten yang tidak hanya menarik, tetapi juga sarat makna. Pendekatan digital interaktif ini menjadi salah satu cara untuk menjembatani generasi masa kini dengan nilai-nilai budaya Bali.
Dengan kombinasi teknologi, seni, dan sejarah, pengalaman menjelajah bagian dalam patung GWK kini menjadi salah satu atraksi unggulan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Bali. Bukan sekadar melihat, tetapi merasakan langsung perjalanan panjang di balik salah satu ikon budaya terbesar di Indonesia. (BC5)


















