balibercerita.com –
Langit Tanjung Benoa kembali dipenuhi warna-warni parasailing, sementara deru jet ski bersahutan di atas laut menjadi penanda kuat bahwa wisata tirta di Bali tengah bangkit dan kembali diminati wisatawan. Di tengah dinamika geopolitik global, aktivitas wisata bahari di kawasan ini justru menunjukkan tren positif.
Kunjungan wisatawan, khususnya mancanegara, mengalami peningkatan sejak April lalu, dengan pasar India menjadi salah satu penyumbang terbesar, disusul Australia, China, dan Jepang.
Bendesa Adat Tanjung Benoa sekaligus pemilik Pandawa Watersport, I Made Wijaya mengaku bersyukur dengan kondisi tersebut. Menurutnya, geliat pariwisata mulai terasa nyata, terlihat dari semakin ramainya aktivitas wahana tirta serta meningkatnya jumlah kunjungan harian. “Astungkara kunjungan wisatawan mulai naik sejak April. Banyak yang bermain wahana, baik individu maupun rombongan,” ujar pria yang akrab disapa Yonda ini.
Secara kasat mata, peningkatan kunjungan diperkirakan mencapai 50–100 orang per hari. Hal itu juga tercermin dari jumlah kendaraan wisatawan yang datang, dari sebelumnya sekitar 10 mobil per hari, kini meningkat menjadi lebih dari 15 mobil. Kondisi ini membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat, khususnya pelaku usaha dan pekerja di sektor watersport yang sebelumnya sempat dirumahkan.
Dari sisi komposisi, wisatawan mancanegara masih mendominasi dengan porsi sekitar 70 persen, sementara wisatawan domestik berada di angka 30 persen. Namun saat musim liburan, komposisi tersebut bisa berbalik, di mana wisatawan domestik mendominasi hingga 60 persen.
Di tengah tren peningkatan ini, stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) turut menjadi faktor penting yang menjaga harga wahana tetap kompetitif. Mengingat operasional watersport sangat bergantung pada BBM, tidak adanya kenaikan harga membuat tarif permainan tetap stabil.
“BBM sangat berpengaruh terhadap harga setiap wahana. Selama ini kami menggunakan pertalite untuk operasional dan pertamax untuk mesin besar,” jelasnya.
Adapun kisaran harga wahana relatif bervariasi, tergantung jenis permainan dan paket yang dipilih wisatawan. Banana Boat ditawarkan sekitar Rp150.000 per orang, jet ski di kisaran Rp200.000, flyboard mencapai Rp400.000, serta glass bottom boat sekitar Rp500.000 untuk kapasitas delapan orang.
Meski tren kunjungan meningkat, pelaku usaha tetap mewaspadai tantangan musiman, terutama angin timur yang kerap membawa sampah kiriman ke pesisir. Untuk itu, langkah antisipasi telah disiapkan dengan mengerahkan tenaga kebersihan serta berkoordinasi dengan DLHK Badung guna menjaga kebersihan kawasan. “Musim angin timur ini jadi perhatian kami. Di tengah kenaikan kunjungan, kebersihan harus tetap terjaga agar wisatawan tetap nyaman,” tegasnya.
Dengan tren positif yang terus berlanjut dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan, Tanjung Benoa optimistis sektor wisata tirta akan semakin menguat dan kembali menjadi salah satu andalan pariwisata Bali. (BC5)















