Ari Krismajayanti Jadi Doktor Pertama Undiknas, Angkat Budaya Bali ke Ranah Digital

0
18
Ari Krismajayanti
Dr. Ni Putu Ari Krismajayanti bersama keluarga usai sidang doktor. (BC5)

balibercerita.com –
Putri daerah asal Kuta, Ni Putu Ari Krismajayanti, S.M., M.M., mencatat sejarah baru di dunia pendidikan tinggi Bali. Di usia 28 tahun, Ari resmi dinyatakan lulus sebagai doktor pertama yang dihasilkan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), sekaligus doktor pertama yang dilahirkan Undiknas.

Pencapaian membanggakan itu diraih Ari dalam Ujian Akhir Disertasi Program Studi Doktor Ilmu Manajemen FEB Undiknas yang berlangsung di Kampus Undiknas Bali, Jumat (8/5), mulai pukul 08.30 hingga 10.00 Wita.

Sidang dipimpin Agus Fredy Maradona, S.E., M.S.A., Ph.D., Ak., dengan tim promotor dan penguji terdiri dari Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN Eng., Prof. Luh Putu Mahyuni, Ph.D., CMA., CSP., Prof. Dr. I.A. Oka Martini, S.E., M.M., Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M., Dr. I Made Suidarma, S.E., M.M., Dr. Ni Putu Nina Eka Lestari, S.E., M.M., serta penguji eksternal Prof. Christantius Dwiatmadja, S.E., M.E., Ph.D.

Ari merupakan putri pertama pasangan I Komang Alit Ardana, S.E., dan Luh Gede Ekawati, S.E. Ayahnya merupakan alumni Undiknas angkatan tahun 1990. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Ari dikenal aktif sejak muda dan pernah menyandang predikat Jegeg Bungan Desa Adat Kuta serta Jegeg Badung. Perempuan kelahiran 16 Juni 1998 itu menempuh seluruh pendidikan tinggi mulai sarjana, magister hingga doktor di Undiknas.

Baca Juga:   Pocaris, Inovasi Siswa SDN 5 Gubug Ubah Sampah Jadi Pupuk

Prosesi ujian akhir disertasi turut disaksikan langsung Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, S.H., Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, S.H., M.H., Kadiskop UKMP Badung, AA Sagung Rosyawati, S.E., M.M., Ketua PHDI Badung, I Gede Rudia Adiputra, Ketua PHRI Badung, IGN Rai Surya Wijaya, tokoh seni Kuta, Dr. I Gusti Made Darma Putra, S.SN., M.SN., Komisaris Varas sekaligus praktisi bisnis dan spiritual, dr. I Wayan Mustika, Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Widnyana, S.Sos., hingga tokoh masyarakat, Made Muliawan Arya, S.H., M.H. atau De Gajah.

Dalam perjalanan akademiknya, Ari menunjukkan konsistensi luar biasa. Selama menempuh pendidikan doktoral, ia berhasil menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 dan jurnal internasional bereputasi Scopus Q2. Seluruh proses akademik yang dijalani berbuah nilai A dengan predikat cumlaude. Penelitian disertasinya mengangkat tantangan adopsi teknologi pada UKM di era digital dengan fokus pada UKM kerajinan ate di Desa Tenganan, Karangasem.

Ketua Sidang, Agus Fredy Maradona, S.E., M.S.A., Ph.D., Ak., menyampaikan bahwa promovenda menunjukkan komitmen, konsistensi, serta kapasitas akademik yang sangat baik selama menjalani pendidikan doktoral. Berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian dari penguji eksternal, tim penguji internal, dan tim promotor yang tertuang dalam Berita Acara Pelaksanaan dan Penilaian Ujian Akhir Disertasi Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen FEB Undiknas Nomor: 066/II-4/FEB-PPS/V/2026, Ni Putu Ari Krismajayanti dinyatakan lulus dengan nilai A dan predikat cum laude.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Dorong Porsenijar 2026 Cetak Generasi Berprestasi dan Berkarakter

“Ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Undiknas karena beliau merupakan doktor pertama yang dihasilkan Program Doktor Ilmu Manajemen sekaligus doktor pertama yang dilahirkan Universitas Pendidikan Nasional,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Ari telah berhak memperoleh Surat Keterangan Lulus (SKL) Ujian Akhir Disertasi Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Undiknas. Sementara, ijazah resmi akan diberikan setelah seluruh kewajiban akademik diselesaikan dan mengikuti prosesi wisuda universitas.

Sementara itu, promotor, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., mengungkapkan rasa bangganya atas capaian akademik Ari. Ia menjelaskan, dirinya merupakan pengganti promotor almarhum Prof. Gede Sri Darma yang mendampingi Ari pada beberapa bulan terakhir penyelesaian disertasi.

Menurut Prof. Subawa, ketekunan dan kerja keras menjadi kunci keberhasilan Ari menyelesaikan penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan kedalaman literatur yang kuat. Ia bahkan mengaku kerap memberikan tekanan dan dorongan tegas agar Ari tetap fokus menyelesaikan studinya. “Tidak ada sesuatu yang tidak bisa kalau kita fokus,” ujarnya.

Ia menilai, salah satu kekuatan utama disertasi tersebut terletak pada kemampuan Ari merangkai referensi dan menghadirkan konsep baru bertajuk Techno-Cultural Synergy. Konsep itu memadukan budaya, adat, teknologi, pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), serta pemikiran Pierre Bourdieu dalam visualisasi budaya melalui media digital. Konsep tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai kontribusi ilmiah yang berdampak bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun masyarakat luas.

Baca Juga:   192 Atlet Wushu Denpasar Bertarung di Porjar 2026, Perebutkan Tiket ke Tingkat Provinsi

Prof. Subawa juga memberikan motivasi agar Ari tidak berhenti belajar meski telah meraih gelar doktor. Menurutnya, seorang akademisi harus terus menghasilkan karya riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia bahkan berharap Ari mampu melangkah hingga meraih jabatan Guru Besar dalam beberapa tahun mendatang.

Ni Putu Ari Krismajayanti mengungkapkan bahwa perjalanan meraih gelar doktor bukanlah proses yang mudah. Ia mengaku banyak tantangan, keraguan, dan pengorbanan yang harus dilalui sebelum akhirnya berhasil mencapai titik tersebut.

Ari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada para promotor, ko-promotor, penguji internal maupun eksternal yang telah membimbingnya dengan penuh kesabaran sejak awal hingga akhir proses pendidikan doktoral. Secara khusus, ia mempersembahkan pencapaian tersebut kepada kedua orang tuanya yang disebut sebagai sumber kekuatan terbesar dalam hidupnya.

“Gelar doktor ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar, bertumbuh, menghadirkan karya, dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. Saya berharap pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mampu memberi makna dan inspirasi bagi banyak orang,” ungkapnya. (BC5)