Ketua DPRD Badung Hadiri Penutupan PKB XLVII dan Pembukaan Festival Seni Bali Jani VIII 2026

0
12
PKB
Anom Gumanti (kiri) menghadiri penutupan PKB XLVII Tahun 2026 yang dirangkaikan pembukaan FSBJ VIII Tahun 2026. (ist)

balibercerita.com –
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti hadir mendampingi Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa pada acara penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, pada Sabtu (11/7) malam.

Acara tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Bali, pimpinan daerah kabupaten/kota, unsur forkopimda, tokoh masyarakat, seniman, budayawan, serta undangan dari berbagai instansi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pertunjukan seni budaya, penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba dan penerima apresiasi seni, kemudian dilanjutkan dengan prosesi penutupan PKB XLVII sekaligus pembukaan Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026 yang secara resmi dilakukan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Baca Juga:   Menpora Cek Sirkuit Mandalika, Pastikan Kesiapan Jelang MotoGP Indonesia

Malam penutupan PKB sekaligus pembukaan Festival Seni Bali Jani menjadi simbol keberlanjutan perjalanan kebudayaan Bali. Jika PKB selama ini menjadi panggung utama pelestarian seni tradisi, maka Festival Seni Bali Jani hadir sebagai ruang bagi tumbuh dan berkembangnya kreativitas seni modern yang berakar pada nilai-nilai budaya Bali.

Di sela-sela kegiatan, Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan pengembangan kreativitas seni sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri Bali di tengah arus globalisasi. “Pesta Kesenian Bali dan Festival Seni Bali Jani merupakan dua ruang penting yang saling melengkapi. PKB menjaga dan menguatkan akar tradisi, sementara Festival Seni Bali Jani memberikan ruang bagi lahirnya kreativitas serta inovasi seni kontemporer. Keduanya menjadi kekuatan dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan Bali agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Baca Juga:   Ngangget Don Bingin di Pura Dalem Tambang Badung

Menurut Anom Gumanti, keberlangsungan budaya Bali tidak hanya ditentukan oleh pelestarian warisan leluhur, tetapi juga oleh kemampuan generasi masa kini untuk mengembangkan seni dan budaya sesuai perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Oleh karena itu, ia berharap ajang budaya seperti PKB dan Festival Seni Bali Jani dapat terus menjadi sarana edukasi, apresiasi, sekaligus regenerasi bagi para pelaku seni dan generasi muda Bali.

“Kami berharap generasi muda semakin mencintai dan bangga terhadap budaya Bali. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai luhur warisan leluhur dapat terus dilestarikan, sekaligus menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan karya-karya baru yang tetap berlandaskan budaya Bali,” katanya.

Baca Juga:   Pasar Murah Banjar Penyarikan Tuai Pujian Bupati Badung, Dinilai Jadi Model Pengendalian Inflasi Berbasis Kearifan Lokal

Ia menekankan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, seniman, budayawan, desa adat, hingga lembaga pendidikan. “Pelestarian budaya tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, seniman, budayawan, lembaga pendidikan, desa adat, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga Bali tetap kokoh sebagai pusat kebudayaan yang dikenal dunia,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan PKB XLVII dan Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026, semangat untuk merawat tradisi sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif terus digaungkan. Kedua event budaya tersebut tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, tetapi juga menjadi bukti bahwa Bali mampu menjaga warisan budaya leluhur sambil membuka ruang bagi inovasi dan perkembangan seni di masa depan. (adv)