balibercerita.com –
Pendapatan dari pungutan wisatawan asing (PWA) di Bali menunjukkan tren positif pada triwulan pertama 2026. Selain itu, kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya mengungkapkan bahwa realisasi PWA dari Januari hingga Maret telah mencapai lebih dari Rp97 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan rata-rata sekitar 11 persen dibandingkan tahun 2025.
“Kalau Januari, Februari, Maret datanya sudah ada, itu naik dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata kenaikannya sekitar 11 persen,” ujarnya belum lama ini di Nusa Dua.
Meski menunjukkan peningkatan, kontribusi PWA terhadap total kunjungan wisatawan masih berada di kisaran 33 hingga 35 persen, relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah pun berupaya mencari terobosan agar persentase tersebut bisa terus meningkat.
Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat. Langkah ini melibatkan instansi seperti Imigrasi, Kominfo, hingga dukungan infrastruktur guna mengoptimalkan sistem pungutan.
Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah meningkatkan efektivitas pemungutan di pintu masuk utama seperti bandara, meski rencana tersebut masih dalam tahap pembicaraan.
Saat ini, sistem PWA didukung lebih dari 150 N-Point atau titik pemungutan yang melibatkan pelaku usaha pariwisata seperti hotel, agen perjalanan, hingga sektor kapal pesiar.
Selain itu, terdapat skema kerja sama melalui collecting agent serta mitra manfaat dari berbagai sektor. Untuk N-Point, pelaku usaha cukup mendaftar dan akan diberikan barcode yang dapat digunakan untuk melakukan penarikan pungutan. Sementara itu, kerja sama dengan mitra manfaat masih dalam tahap penjajakan karena memerlukan integrasi sistem. Pemerintah Provinsi Bali juga telah menjalankan insentif sebesar 3 persen bagi pihak yang terlibat dalam pemungutan, yang sudah berjalan sejak 2025.
Dari sisi kunjungan, tren peningkatan juga terlihat. Wisatawan mancanegara tercatat naik sekitar 2,4 persen, sementara wisatawan domestik meningkat sekitar 4 persen. Momentum libur panjang, termasuk periode Lebaran, menjadi salah satu faktor pendorong.
Untuk April, secara umum tren masih menunjukkan kenaikan, meskipun data rinci masih menunggu rilis resmi statistik. Pemerintah berharap tren positif ini terus berlanjut seiring penguatan sistem dan kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan pariwisata Bali. (BC5)


















