Banyuwangi, balibercerita.com –
Bagi para pendaki, puncak gunung dan matahari terbit mungkin menjadi tujuan utama perjalanan mereka. Namun, di perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur, terdapat sebuah fenomena alam yang jauh lebih langka dan menakjubkan yakni blue fire atau api biru abadi.
Fenomena ini hanya bisa ditemukan di dua tempat di dunia yakni Kawah Ijen di Indonesia dan Gunung Dallol di Ethiopia. Kawah Ijen, yang merupakan bagian dari Cagar Alam Taman Wisata Ijen, berdiri di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Di balik keindahan alamnya, gunung ini menyimpan rahasia geologi yang memikat mata dunia.
Setiap sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIB pengunjung dapat menyaksikan kemunculan blue fire, sebuah pemandangan langka berupa api berwarna biru terang yang muncul dari dasar kawah. Api ini bukan berasal dari pembakaran biasa, melainkan dari gas belerang yang keluar melalui celah-celah batuan vulkanik dengan suhu mencapai 600 derajat Celcius. Ketika gas tersebut bersentuhan dengan udara yang lebih dingin, maka terjadilah pembakaran yang memunculkan nyala api biru yang memesona.
Selain dikenal karena keindahan blue fire-nya, Kawah Ijen juga menyandang predikat sebagai kawah gunung berapi aktif dengan kadar keasaman tertinggi di dunia, yakni hampir mendekati nol. Tingkat keasaman yang ekstrem ini memungkinkan asap belerang yang pekat larut dengan mudah ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan, menjadikannya tidak hanya indah tetapi juga penuh tantangan bagi siapa saja yang datang.
Meski berisiko, keindahan fenomena ini terus menarik wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Mereka rela mendaki di tengah malam, menembus kabut dan hawa dingin, demi menyaksikan pancaran cahaya biru yang hanya bisa dinikmati dalam gelapnya malam.
Kawah Ijen tak hanya menjadi simbol keajaiban alam Indonesia, tetapi juga menjadi saksi bisu dari hubungan manusia dengan kekuatan alam yang misterius dan menakjubkan. Sebuah keindahan yang hanya bisa ditemukan jika kita berani menjejakkan kaki hingga ke ujung malam. (BC5)














