GWK Jadi Kelas Terbuka Budaya Bali, Ratusan Siswa Belajar di Luar Sekolah

0
290
GWK
Para siswa saat menyaksikan pemutaran kartun Petualangan Garuda Cilik. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Pendidikan tak melulu harus di ruang kelas. Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park membuktikan bahwa taman budaya bisa menjadi ruang belajar alternatif yang efektif dan menyenangkan, terutama dalam membentuk karakter dan menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.

Lewat program Budaya Literasi Seni Musik dan Tari Bali, GWK mengundang ratusan siswa sekolah dasar dari berbagai daerah di Bali untuk belajar langsung melalui pengalaman. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 500 anak telah merasakan langsung belajar budaya Bali tidak dari buku, tetapi dari panggung seni, gamelan, tarian, dan film edukatif.

Baca Juga:   25 Delegasi KTT G20 dari 10 Negara Tiba di Bali

“Literasi budaya bukan hanya soal membaca dan menulis, tapi juga soal mengenali akar identitas lewat ekspresi seni dan interaksi nyata. Kami ingin menjadikan GWK sebagai kelas terbuka, di mana anak-anak bisa belajar lewat pengalaman.” ujar Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park.

Program ini mengawali aktivitas dengan pemutaran film animasi “Petualangan Garuda Cilik”, sebuah karya yang penuh nilai moral dan penghargaan terhadap budaya Nusantara. Setelah itu, anak-anak diajak menjelajahi landmark ikonik seperti Plaza Wisnu dan Jembatan Titian Garuda. Namun yang paling menarik bagi para siswa adalah sesi langsung memainkan alat musik tradisional dan menari bersama seniman GWK. “Anak-anak tak hanya melihat, tapi ikut merasakan langsung bagaimana jadi bagian dari warisan budaya,” kata Rossie. “Interaksi ini memperkuat rasa bangga mereka terhadap budaya Bali.”

Baca Juga:   ITDC Pertimbangkan Pembukaan Layanan SWRO untuk Pemanfaatan Lebih Luas

Program ini bukan semata kegiatan satu hari, tetapi bagian dari inisiatif berkelanjutan CSR PT Alam Sutera Realty Tbk melalui PT Garuda Adhimatra Indonesia. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, sudah lebih dari 2.500 siswa yang ikut serta.

Baca Juga:   G20 Jadi Momentum Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Secara Berkelanjutan di Indonesia

GWK pun berencana memperluas program ini ke lebih banyak sekolah, bahkan di luar Bali. Harapannya, anak-anak dari berbagai daerah bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenal budaya Indonesia secara langsung dan menyenangkan.

Setiap hari, GWK menyuguhkan pertunjukan budaya dari pukul 11.00 hingga 18.00 Wita, menjadikan tempat ini bukan hanya objek wisata, tapi juga laboratorium budaya hidup bagi generasi penerus. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini