Beranda Wisata Begini Efek Domino BMW Motorrad Days Terhadap Nusa Dua

Begini Efek Domino BMW Motorrad Days Terhadap Nusa Dua

0
BMW Motorrad Days
Salah satu peserta saat menjajal motor BMW. (ist)

balibercerita.com –
Di tengah kondisi dinamika global yang terjadi belakangan ini, gelaran BMW Motorrad Days Bali 2026 dinilai membawa dampak langsung terhadap pariwisata dan perekonomian di kawasan The Nusa Dua. Hal itu juga menjadi bentuk kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, khususnya Bali dan Nusa Dua sebagai destinasi penyelenggara kegiatan berskala global.

Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka mengatakan, apresiasi dari BMW Motorrad Jerman terhadap pelaksanaan BMW Motorrad Days Bali menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Indonesia. Bahkan, peluang penyelenggaraan kembali event serupa pada 2028 telah terbuka.

“Ini tingkatnya internasional. Yang paling penting, ini diakui pihak BMW dari Jerman bahwa ini salah satu event yang cukup bagus. Ini adalah kepercayaan internasional kepada Indonesia, kepada Nusa Dua,” ujar Troy.

Bagi ITDC, event internasional tidak berhenti pada aktivitas di venue. Kehadiran peserta dan wisatawan turut menggerakkan sektor akomodasi, kuliner, belanja hingga aktivitas ekonomi lainnya.

Baca Juga:   Tempat Kuliner Eksotis di Green Kubu Penida 

“Bukan hanya masalah event-nya saja, tapi dampaknya. Waktu mereka masuk ke Nusa Dua, mereka berbelanja, membeli merchandise, ekonominya juga hidup, hotel sudah pasti terisi,” katanya.

Ia mencontohkan, tingkat hunian hotel di kawasan Nusa Dua yang ikut terdorong selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta BMW Motorrad Days Bali bahkan menginap di hotel-hotel dalam kawasan tersebut.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan ITDC terus mendorong masuknya event internasional ke Nusa Dua. Selain memberikan pengalaman bagi peserta, kegiatan tersebut turut memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata dan event berskala global.

“Kita harus terus jaga dan terus berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk BMW Motorrad. Kita berikan yang terbaik, kita kasih lihat kepada internasional bahwa Indonesia mampu dan ini adalah Bali, Nusa Dua,” tegasnya.

Di tengah dinamika industri pariwisata, Troy juga menyampaikan kondisi Nusa Dua tetap menunjukkan optimisme dari sisi investasi. Ia menyebut sejumlah investor masih menunjukkan komitmen untuk melanjutkan kerja sama dengan ITDC.

Baca Juga:   Lima Hotel di Nusa Dua Jadi Tempat Karantina Bubble 

Menurut dia, aspek pelayanan, keamanan, kenyamanan, kebersihan serta tingkat okupansi menjadi faktor penting yang membuat investor tetap percaya terhadap kawasan tersebut. “Saya ketemu dengan investor hari ini. Everybody happy dan yang paling penting okupansi bagus. Itu yang menjadi sangat penting bagi investor. Okupansinya terjaga, tidak terganggu dengan dinamika di luar,” ujarnya.

Bahkan, pengembangan fasilitas pariwisata terus berjalan. Troy menyebut akan ada hotel baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober mendatang. “Bukan hanya hotel lama diperbarui, tapi ada hotel baru. Artinya terus bergerak,” katanya.

Selain BMW Motorrad Days Bali, kawasan The Nusa Dua juga menjadi lokasi penyelenggaraan Bali International Fashion Week (BIFW). Kehadiran dua event dengan karakter berbeda tersebut, menurut Troy, menunjukkan semakin beragamnya kegiatan internasional yang memilih Nusa Dua. “Mulai dari otomotif sampai fashion itu semua memilih Nusa Dua. Pertanda bagus untuk industri pariwisata,” katanya.

Baca Juga:   Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Berjalan Normal Pascaerupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Troy mengatakan, ITDC juga telah berkomunikasi dengan pihak BMW Motorrad mengenai peluang penyelenggaraan event berikutnya. Nusa Dua dan Mandalika memiliki karakter yang berbeda sehingga dapat menawarkan pengalaman yang berbeda pula kepada peserta.

“Secara angle akan berbeda. Kalau di sini lebih kepada nuansa tourism-nya, kalau di sana adalah nuansa sport tourism-nya. Jadi kita akan support,” jelasnya.

Menurut Troy, Mandalika dengan keberadaan sirkuit dapat memberikan pengalaman touring dan sport tourism yang berbeda. Sementara, Nusa Dua menawarkan konsep pariwisata terintegrasi dengan akomodasi, venue, keamanan dan berbagai fasilitas dalam satu kawasan.

Ia menilai kehadiran peserta dari berbagai negara sekaligus menjadi ruang promosi Indonesia secara langsung. Setiap peserta yang datang akan membawa pengalaman dan cerita tentang Bali serta Indonesia ketika kembali ke negaranya. (BC5)