Perketat Pengawasan Sampah Liar, Kuta Pasang CCTV hingga Siapkan Truk Penyisir

0
16
Pengawasan sampah liar
Lurah Kuta bersama Sekcam Kuta saat berkoordinasi terkait armada pengangkut sampah. (ist)

balibercerita.com
Pemerintah Kecamatan Kuta terus memperkuat perang melawan pembuangan sampah liar yang selama ini menjadi persoalan klasik di kawasan pariwisata tersebut. Berbagai langkah kini mulai dilakukan, mulai dari penjagaan titik rawan, penambahan armada pengangkut, hingga rencana pemasangan CCTV di lokasi yang kerap dijadikan tempat buang sampah sembarangan.

Sekretaris Kecamatan Kuta, Made Agus Suantara mengatakan, setelah satgas pengawasan sampah dibentuk, perlahan mulai terlihat perubahan perilaku masyarakat. “Sekarang masyarakat mulai tumbuh kesadarannya. Mereka sudah memilah sampah dan membawa ke titik pengumpulan yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Baca Juga:   Jalan Tol Bali Mandara Pecahkan Rekor, Pergerakan Lalu Lintas Tertinggi Selama 10 Tahun Berdiri 

Perubahan itu bahkan terlihat dari meningkatnya volume sampah yang masuk ke tempat pengumpulan resmi. Jika sebelumnya dua truk pengangkut hanya terisi sekitar satu setengah truk, kini dua truk penuh bahkan harus ditambah armada lagi.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan membuang sampah sembarangan dan memilih menyalurkan sampah ke tempat yang telah disediakan. Meski begitu, praktik buang sampah liar disebut masih terjadi secara sembunyi-sembunyi alias “kucing-kucingan.”

Oleh karena itu, pengawasan di titik rawan akan diperketat melalui kolaborasi DLHK, linmas, hingga aparat lingkungan. “Kita akan tetap menyisir. Nantinya masing-masing kelurahan direncanakan memiliki satu truk untuk menyisir sampah liar di wilayahnya,” katanya.

Baca Juga:   Buat Onar di Hotel Kuta Selatan, Perempuan Australia Diamankan Satpol PP Badung

Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong setiap desa adat memiliki tempat pemilahan sampah sendiri agar pengelolaan bisa dilakukan langsung dari tingkat lingkungan. Di sejumlah titik pembuangan liar, edukasi terus digencarkan kepada masyarakat. Beberapa kepala lingkungan bahkan mulai berinisiatif memasang CCTV untuk memantau pelaku pembuangan sampah sembarangan.

“Sudah dijaga tapi masih ada yang membuang. Namun, sekarang kesadaran masyarakat sudah meningkat dan pembuangan liar mulai menurun,” jelasnya.

Baca Juga:   Pastikan Pesawat Layak Terbang saat Nataru, Otban IV Lakukan Ramp Check

Sementara itu, upaya penanganan sampah juga diperkuat lewat rencana uji coba mesin pencacah sampah organik bertenaga listrik di kawasan Padang Seni. Mesin tersebut diharapkan bisa membantu pengolahan sampah organik di tingkat lokal.

Untuk fasilitas incinerator, hingga kini masih belum beroperasi. Pihaknya berharap fasilitas tersebut segera dibuka agar dapat membantu mengurangi persoalan sampah di kawasan Kuta yang setiap harinya menghasilkan volume sampah cukup besar. (BC5)