Mangupura, balibercerita.com –
Sejak diresmikan pada tahun 2013, kondisi trafik kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara mencapai puncaknya pada Jumat, 29 Desember 2023 (H-3 Nataru). Saat itu, tercatat sebanyak 73 ribu kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara dalam kurun waktu sehari. Padahal sebelumnya puncak trafik tol berada di angka rata-rata 50 ribu sehari saat momen libur Nataru. Hal ini menjadi catatan sejarah bagi PT Jasamarga Bali Tol (JBT) selaku pengelola Jalan Tol Bali Mandara.
Manajer Operasi dan Maintenance PT JBT, I Putu Gandi Ginantra menerangkan, pada momen libur Nataru tahun ini, trafik Jalan Tol Bali Mandara mengalami lonjakan signifikan. Puncaknya terjadi pada tanggal 29 Desember 2023. Jumlah kendaraan yang melintas mencapai 73.000 kendaraan yang terdiri dari 35 persen kendaraan roda dua dan sisanya adalah kendaraan roda empat. Catatan ini menjadi sejarah bagi Tol Bali Mandara karena menjadi puncak pergerakan lalu lintas tertinggi sejak tahun 2013.
“Jumlah ini melampaui ekspektasi kami yang perkirakan puncak trafik libur nataru sebanyak 38.000 kendaraan per hari. Tahun 2022 lalu kami hanya mencatat lonjakan kendaraan di angka 50.000 saja di waktu yang sama,” terangnya.
Lonjakan kendaraan sempat membuat Jalan Tol Bali Mandara macet. Namun, hal itu lebih dominan dipicu oleh antrean kendaraan menuju Bandara Ngurah Rai sehingga akses keluar tol titik Ngurah Rai mengalami kepadatan dan berpengaruh kepada arus keluar kendaraan.
Sedangkan pintu masuk tol masih relatif lancar walaupun mengalami peningkatan volume. “Pukul 13.00-14.00 Wita arus kendaraan masih berjalan lancar, tetapi antrean mulai terjadi sekitar pukul 15.00 Wita di bundaran Bandara Ngurah Rai Tuban. Antrean terjadi setelah keluar gate, bukan di gerbang pintu masuk,” jelasnya.
Antrean itu terjadi ketika kendaraan telah keluar dari Tol Bali Mandara, bukan di gerbang pintu masuk Tol Bali Mandara. Sebab semua transaksi dilakukan normal dan tidak ada antrean yang mengular. Hal ini terjadi karena seluruh petugas telah membantu pengendara untuk mentapping kartu pada gate pembayaran uang elektronik dan penggunaan mobile reader.
Untuk mencegah masalah itu kembali terjadi, pihaknya melakukan langkah-langkah antisipatif. Selama 10 hari menjelang Natal dan Tahun Baru, mereka telah memfleksibelkan penempatan petugas di titik-titik rawan antrean seperti di akses keluar Nusa Dua dan Pesanggaran. Termasuk pengaturan lalu lintas di lampu merah serta penambahan petugas di titik-titik rawan.
Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan. “Mereka telah berkoordinasi untuk mengatur lalu lintas di titik-titik rawan, seperti di lampu merah Pesanggaran dan Nusa Dua,” imbuhnya. (BC5)



















