Monsun Timur Menguat, BMKG Peringatkan Gelombang Laut Selatan Bali Capai Empat Meter

0
6
Angin kencang
Pantai Nusa Dua. BMKG meminta masyarakat waspada saat beraktivitas di perairan selama angin kencang berlangsung. (BC5)

balibercerita.com –
Angin kencang yang dalam beberapa hari terakhir terasa di berbagai wilayah Bali diperkirakan masih akan berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi nelayan, operator kapal, dan pelaku wisata bahari, menyusul potensi gelombang laut selatan Bali yang mencapai ketinggian hingga 4 meter.

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III, Wulan Wandarana, Selasa (21/7), menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh aktifnya angin monsun timur yang bergerak dari Australia menuju Asia dan melintasi wilayah Indonesia, termasuk Bali. Angin yang melintas di atas Samudera Hindia itu turut memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan, khususnya di kawasan selatan Pulau Dewata. “Monsun timur yang aktif menyebabkan kecepatan angin meningkat dan berdampak pada tingginya gelombang laut, terutama di perairan selatan Bali,” ujarnya.

Baca Juga:   Kasus Covid-19 Meningkat, PTM Dihentikan Sementara

Meski cuaca di Bali secara umum diperkirakan cerah berawan hingga berawan dalam beberapa hari ke depan, BMKG menegaskan masyarakat tidak boleh lengah. Kecepatan angin yang cukup tinggi berpotensi menimbulkan gangguan, mulai dari pohon tumbang hingga risiko terhadap aktivitas pelayaran dan wisata laut.

Berdasarkan prakiraan BMKG untuk periode 21–24 Juli 2026, tinggi gelombang di perairan utara Bali berkisar antara 0,5 hingga 2 meter. Namun, di perairan selatan Bali gelombang diperkirakan mencapai 1 hingga 4 meter. Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, perairan selatan Pulau Bali, dan Selat Lombok bagian selatan. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pengguna jasa transportasi laut maupun pelaku usaha wisata bahari.

Baca Juga:   DLH Buleleng Wujudkan Transaksi Non-tunai pada Bank Sampah

Selain gelombang tinggi, BMKG juga mencatat pola angin permukaan di perairan utara Bali umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 4–30 knot. Sementara, di perairan selatan, angin bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan mencapai 25 knot.

BMKG turut mengeluarkan peringatan keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berisiko mengalami gangguan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara, kapal tongkang berpotensi terdampak ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter. Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun laut diminta untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.

Baca Juga:   Peringati Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Klungkung Gelar Aksi Bersih Pantai di Kusamba

Kewaspadaan dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi selama periode puncak monsun timur. “Nelayan, operator kapal, dan pelaku wisata bahari diharapkan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar serta mengikuti informasi resmi BMKG sebagai acuan keselamatan,” imbaunya. (BC5)