Sup Kepala Ikan Mr. Dwi, Makanan Lezat, Hati Senang

0
437
Sup ikan
Setyo Dwi memperlihatkan sup kepala ikan buatannya. (BC5)

Mangupura, balibercerita.com – 

Masyarakat Kuta dan sekitarnya tentu tidak asing lagi dengan Sop Kepala Ikan Mr Dwi. Warung makan yang terletak di pasar senggol Kuta, Jalan Blambangan ini, terkenal karena memiliki cita rasa yang lezat, dengan daging yang lembut dan kuah yang gurih. 

Harga satu porsi sup kepala ikan termasuk nasi dan minum (bebas pilih) juga relatif terjangkau yaitu Rp30 ribu untuk porsi biasa dan Rp40 ribu untuk porsi jumbo. Berdiri sejak tahun 2000-an, usaha ini tidak pernah sepi pembeli. 

Dibuka mulai jam 9 pagi, makanan di warung ini sudah ludes jam 2 siang. Selain dari makanan, daya tarik tempat ini juga terletak pada keramahan dan kekocakan sang pemilik, Setyo Dwi. Hal ini menjadi nilai lebih, karena selain pulang dengan perut kenyang, pengunjung juga dapat merasa senang. 

Baca Juga:   Keamanan dan Okupansi Kawasan Nusa Dua Terjaga, ITDC Pastikan Kesiapan Maksimal

“Kenapa memilih sop kepala ikan, karena saya ingin yang menikmati makanan ini kelak menjadi kepala atau leader,” kata Setyo Dwi.

Di balik eksistensinya, Sop Kepala Ikan Mr. Dwi ternyata sudah 5 kali berpindah tempat. Pertama, di kawasan Gelael supermarket, kemudian berpindah ke Jalan Raya Kuta, Jalan Bakung Sari, kembali lagi ke Jalan Raya Kuta, dan terakhir di pasar senggol Kuta di Jalan Blambangan. 

Semula, para pelanggannya banyak berasal dari anak-anak surfer yang kemudian semakin dikenal oleh masyarakat Kuta. “Saya senang jika masyarakat semakin banyak yang suka ikan. Ikan itu bagus untuk nutrisi otak, dagingnya mantap dan segar,” ungkapnya.

Pria kelahiran Kayu Mas Denpasar ini menceritakan, semula usahanya ini didirikan atas hobi memasak yang digeluti saat menjadi mapala (mahasiswa pecinta alam). Berbekal hal itu, ia kemudian memberanikan diri membuka usahanya. 

Baca Juga:   The Blooms Garden Kembali Gelar Festival Gebogan dan Kecak

Karena dirinya kebetulan merupakan orang yang suka surfing, dulu cukup banyak pelanggannya yang berasal dari anak-anak surfing. Hal itu kemudian terus berkembang dari mulut ke mulut dan eksis sampai saat ini. 

“Jadi, kalau anak yang suka minum itu kan mabuk biasanya malam hari. Besoknya mereka sulit makan jadinya. Nah ini makanan yang pas, makanan berkuah sup ikan. Apalagi kalau dapat ikan salmon, jaen idup di Bali,” bebernya.

Ia memilih sup kepala ikan sebagai menu makanannya didasari atas relatif sulitnya memperoleh daging ikan dan harganya yang cukup mahal. Sementara, saat berkunjung ke Pelabuhan Benoa, ia melihat cukup banyak kepala ikan yang terbuang saat di-fillet untuk diekspor. 

Baca Juga:   Festival Nusantara 2022 Tampilkan Lomba Baleganjur se-Bali

Melihat hal itu, ia kemudian memanfaatkan kepala ikan tersebut untuk diolah menjadi menu makanan sup. Menu ikan yang diolah dan disajikannya relatif berbeda-beda, tergantung yang diperoleh dari hasil fillet di Pelabuhan Benoa. “Intinya, semua ikan laut. Kadang kerapu, salmon, dan yang paling sering dan paling enak itu baramundi,” sebutnya.

Kendati Setyo Dwi berstatus sebagai pemilik usaha, ia selalu terjun langsung memasak di usahanya. Ia beralasan agar makanan yang disajikan dapat dirasakan afdol dan mantap. Walaupun ia sendiri memiliki 3 orang anak buah yang membantunya selama ini. Dalam sehari, ia mengaku bisa menghabiskan 30-50 kg kepala ikan dengan jumlah 100 porsi. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini